Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Jakarta),
Menjelang memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Kota Padang dilimpahi berkah. Kali ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyerahkan penghargaan BKN Award 2016 kepada Pemko Padang. Penghargaan itu dijemput langsung ke Jakarta, Kamis (26/5).
Penghargaan BKN Award 2016 yang diterima Pemko Padang ini dengan kategori “Implementasi CAT dalam Manajemen ASN”. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKN, Bima Wibisana kepada Sekretaris Daerah Kota Padang, Nasir Ahmad yang pada hari itu didampingi Kepala BKD Kota Padang, Asnel. Penghargaan diberikan pada acara Rakornas Kepegawaian 2016 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat.
Sekda Nasir Ahmad begitu gembira usai menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, dengan diraihnya penghargaan tersebut berarti Pemko Padang secara sungguh-sungguh memberi perhatian terhadap peningkatan manajemen pengelolaan SDM. Kesungguhan itu ditunjukan salah satunya dengan telah memiliki sarana prasarana Computer Assisted Test (CAT).
"Kita memang telah sungguh-sungguh memerhatikan peningkatan manajemen pengelolaan ASN yang ada. Sehingga akhirnya kita meraih penghargaan ini. Alhamdulillah, semua ini berkat kerja keras kita bersama,” ungkap Sekda.
Menurut Sekda, telah dimilikinya sarana prasarana CAT di Pemko Padang sehingga mampu melakukan program seleksi terhadap kebutuhan yang berkaitan dengan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai 2014 lalu, Pemerintah Kota Padang telah melakukan sejumlah rangkaian seleksi melalui CAT.
“Sejak 2014 kita sudah melakukan penerimaan CPNS melalui CAT, dalam proses itu kita bekerjasama dengan BKN di ruang CAT yang kita miliki,” ungkap Sekda.
Setelah itu, setiap proses seleksi di Pemko Padang dilakukan melalui system CAT. Diantaranya seperti seleksi Penyesuaian Ijazah (PI) pindah ruang dan golongan ASN, seleksi jabatan tinggi pertama atau lelang jabatan, hingga kepada seleksi dirut dan dewan pengawas PDAM Kota Padang.
Diutarakan Sekda, selama ini hasil seleksi yang menggunakan system CAT begitu maksimal. Transparansi tidak dapat diragukan lagi dan valid. “Peralatan CAT kita cukup memadai dan tak tertutup kemungkinan juga dapat digunakan oleh daerah lain dalam melakukan seleksi tertentu,” papar Sekda.
Sekda menyebut, dengan diraihnya penghargaan BKN Award 2016 juga akan meningkatkan manajemen kepegawaian. Untuk mengaplikasikan manajemen kepegawaian yang baik, dibutuhkan komitmen seluruh pihak, termasuk BKD Kota Padang. Yakni dengan memaksimal sarana prasarana yang sudah dimiliki.
Sekda berkeinginan, ke depannya dengan system yang telah dipunyai akan memudahkan ASN dalam melakukan proses administrasi kepegawaiannya. Seperti kenaikan pangkat pegawai yang tidak lagi menggunakan pola lama, akan tetapi dimulai dengan cara baru. Yakni proses naik pangkat ASN yang secara otomatis terintegrasi di system computer.
“ASN tidak lagi menyiapkan berkas dan bahan kelengkapan lainnya. Karena seluruhnya telah otomatis terinput ke dalam computer. Sehingga naik pangkat pegawai lebih mudah tanpa urus berkas. Termasuk juga proses kenaikan gaji berkala pegawai dan lainnya,” ungkap Nasir Ahmad.
Tidak hanya itu, BKD yang merupakan salah satu SKPD termasuk cukup vital akan lebih diprioritaskan. Terutama untuk infrastruktur. Dimana saat ini belum tersedianya gedung kantor BKD yang permanen. “Ke depan akan menjadi perhatian kita dan secara bertahap akan dibenahi,” pungkas Sekda.
Kepala BKD Kota Padang, Asnel, menuturkan bahwa sejak 2014 lalu, sebanyak 55 unit computer sudah tersedia dalam penggunaan system CAT. Ke depan pihaknya berharap akan diperoleh penambahan unit computer, sehingga tidak memakan waktu lama saat seleksi. “Harapan kita mendapat tambahan 100 unit computer agar seluruhnya lebih maksimal lagi,” terang Asnel.
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2016 Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan arahan terkait kepegawaian juga sejumlah trofi BKN award untuk kategori pengelola kepegawaian terbaik pada tingkat kementerian/lembaga/ dan provinsi/kabupaten/kota.
Selain dihadiri wapres, sejumlah menteri dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo juga memaparkan sejumlah materi dalam acara ini.
Dalam acara ini juga dibahas hal-hal teknis terkait kepegawaian. Namun BKN hanya mengundang kepala unit kepegawaian di kementerian/lembaga, kepala BKD, kepala sekretaris menteri/sekretaris daerah, tidak kepala daerah.
"Kalau kita berbicara tentang kepegawaian nasional, dalam bahasa Inggris disebut publik server atau pelayanan masyarakat," kata Wapres dalam pidato sambutannya.
BKN juga telah menetapkan nominator pemenang dalam BKN award. Proses penilaian sendiri dilakukan melalui dua tahapan.
BKN award sendiri merupakan penghargaan kepada instansi yang berhasil dalam menyelenggarakan manajemen ASN secara kreatif, inovatif, akuntabel dan prosedur yang berlaku.
Penghargaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi inovasi bagi pengelola kepegawaian di instansi, mendorong kreatifitas dan inovasi, serta penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan manajemen ASN.(tf/ch)

Post a Comment