Ads (728x90)

PADANGPOS.COM, (Tokyo),  

 Akhir-akhir ini justru pelecehan seksual dilakukan wanita kepada pria Jepang yang semakin meningkat.
Bahkan survei sebuah televisi di Tokyo, MX Tokyo TV, menyimpulkan 22% terjadi pada laki-laki, sisanya terhadap wanita.

"Memang masih banyak pelecehan terhadap wanita, tetapi akhir-akhir ini pelecehan terhadap lelaki tampaknya semakin meningkat," ujar pengacara Adire, Sakura Shimada Selasa ini (21/6/2016).

Menurutnya, jumlah telepon konsultasi dari lelaki semakin banyak belakangan ini, merasakan mendapat pelecehan dari senior wanita di kantornya.

"Misalnya saja karyawan wanita senior seolah lelah, dipanggil, minta dipijatkan punggungnya, itu jelas pelecehan seksual terhadap lelaki," ujarnya lagi.

Kemudian ada pula seolah bolpen jatuh di dekat karyawan lelaki.

Saat mengambil bolpen sengaja memperlihatkan punggung dengan celana dalam sangat seksinya, atau mendekat pura-pura bertanya dengan memperlihatkan lekukan buah dadanya.

"Jelas itu pelecehan terhadap lelaki sehingga tak bisa konsentrasi kerja, produktivitas kerja menurun dan bisa dijadikan alasan PHK," ujarnya lagi.

Pura-pura lain yang dilakukan sang senior wanita, lalu bersama-sama diejek, juga merupakan pelecehan seksual terhadap lelaki.

Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja Tokyo per tahun 2014, jumlah konsultasi mengenai pelecehan seksual terhadap pria sebanyak 706 kasus atau 60,8%.

Namun konsultasi wanita terhadap kasus pelecehan pria hanya 456 kasus saja atau 39,2%.

Diperkirakan, menurutnya, jumlah keluhan pelecehan seksual terhadap pria akan semakin banyak di masa mendatang karena citra umumnya adalah pelecehan terhadap wanita, sehingga kalau pria tidak mengikuti kehendak wanita, malah wanita bisa berbalik teriak mengadu dirinyalah yang dilecehkan pria.

Ketakutan membalas atau menanggapi pelecehan wanita kepada pria menjadi beban stres cukup besar saat ini karyawan pria di kantor menghadapi wanita seniornya.

Post a Comment