Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),

Tingginya konsumsi masyarakat terhadap bahan pokok di bulan puasa ini memicu naiknya harga. Berdasarkan pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumbar dan TPID Kota Padang selama lebih dari sepekan bulan Ramadhan, beberapa harga barang mengalami kenaikan khususnya bahan pangan. 

Setidaknya terdapat lima komoditas utama yang pergerakan harganya cukup signifikan seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, cabai merah dan bawang merah. 

Masing-masing komoditas tersebut selama sepekan terakhir sempat mencapai harga tertinggi. Untuk memantau perkembangan harga terkini, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo bersama dengan TPID Sumbar dan TPID Kota Padang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Raya Padang, Selasa (14/6).

Sidak pasar tersebut dilakukan untuk memantau ketersediaan pasokan terkait jumlah pasokan dan kelancaran distribusi serta kemungkinan indikasi penimbunan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan-bahan berbahaya. Untuk itu, sidak pasar dilakukan dengan melibatkan BULOG, BPOM dan Polda Sumbar.

Menurut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, setelah dilakukan inspeksi mendadak, harga bahan pokok di Pasar Raya Padang relatif terkendali. Harga tidak turun jauh dan tidak naik jauh. “Harga bahan pokok di Pasar Raya Padang hari ini cukup beragam. Ada yang naik, ada yang turun bahkan ada juga yang tetap,” katanya.

Irwan menyebut, harga cabe merah dan hijau masih tetap dan terbilang stabil. Sedangkan ikan malah turun dari biasanya. Sedangkan harga ayam dan daging naik dari biasanya, meski tak membumbung tinggi. “Mudah-mudahan inflasi tak sampai satu persen,” terangnya.

Terkait keamanan bahan pokok, tim dari Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah turun memantau dan menguji sejumlah item bahan pokok. Menurut Gubernur, item yang diuji BPOM diantaranya yakni ikan segar, ikan asin, sayur, dan daging. “Setelah dicek, tidak ada bahan pokok tersebut yang mengandung zat berbahaya, seluruhnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo menyebut bahwa sebelumnya Pemko Padang juga melakukan sidak ke pasar pabukoan. Di sana, ditemukan minuman yang mengandung rhodamin dan boraks. Setelah penemuan itu tim langsung menelusuri distributor zat berbahaya tersebut dan melakukan pembinaan.

Usai melakukan sidak di Pasar Raya Padang, ke depan gubernur dan walikota akan kembali melakukan sidak pabukoan.

Diharapkan nantinya pedagang tak lagi menggunakan bahan berbahaya. Dalam sidak ke Pasar Raya Padang itu tampak diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Puji Atmoko, Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Endrizal, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Padang, Edi Dharma, dan lainnya.(tf/ch/yz)

Post a Comment