Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang),


Walikota Padang H. Mahyeldi Datuk Marajo mengingatkan semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terkait isu ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya yang tengah berkembang. Terutama karena ditengarai adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk menghidupkan kembali ideologi Komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saat ini terindikasi gejala-gejala yang ditengarai adanya upaya menghidupkan kembali komunisme di Indonesia. Diantaranya gejala tersebut adalah, penyebaran informasi dan propaganda dengan memutarbalikkan fakta pengkhianatan PKI melalui leaflet, spanduk, baju kaos, buku, film, memanfaatkan media sosial," kata Walikota saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kota Padang di Palanta Rumah Dinas, Jalan A. Yani, Rabu (1/6).

Gejala lain, menurut Mahyeldi, adanya upaya menggalang dukungan dunia internasional tentang penderitaan korban PKI dengan data dan fakta yang diputarbalikkan. Juga memanfaatkan kelengahan pada saat pawai dengan menyusupkan simbol-simbol PKI seperti kejadian di Payakumbuh pada HUT RI tahun lalu.

"Di Padang sendiri pernah ada aktifitas fandalisme (coret-coret-red) dengan tulisan Revolusi PKI seperti yang pernah ditemukan di halte bus Trans Padang di Tabing beberapa waktu lalu. Hal ini dibutuhkan kewaspadaan kita bersama bahwa PKI memang telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang dan telah dikubur. Namun diyakini ideologi komunis masih ada," ulasnya.

Terkait isu politik, Walikota menyinggung tentang meningkatnya suhu politik seiring dengan akan bergulirnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang pada 2018 nanti. Ditambah lagi adanya tantangan-tantangan terhadap program Pemko Padang dari lawan-lawan politik.

"Selain itu tingginya kasus-kasus pelecehan seksual kepada anak dan remaja dan penyalahgunaan narkoba, LGBT, pengawasan tempat kos yang perlu ditingkatkan, maka dibutuhkan kerjasama semua pihak. Dari aparat kepolisian, TNI dan unsur-unsur lainnya," sebut Walikota.

Pada kesempatan yang dihadir pimpinan Polresta, Kodim, Kejaksaan Negeri serta para Kapolsek, Danramil, dan para camat se-Kota Padang ini, Wako Mahyeldi menekankan perlunya pencegahan, pengawasan yang intensif dan pembinaan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat agar permasalahan ideologi komunis, kasus sosial budaya dan politik ini tidak berkembang.

"Perlu kerjasama kita semua dalam menciptakan kondisi yang kondusif dan tidak berkembangnya ideologi dan ajaran yang menyimpang," tutupnya.(tf/du/yz)

Post a Comment