Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),

Tak lama lagi rumah Ujang di RT 4 RW 5, Pasar Ambacang, Anduring, Kecamatan Kuranji, bakal rampung. Berkemungkinan lebaran kali ini rumah Ujang sudah "tacelak".

Ini setelah Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo menyambangi rumahnya dalam program "Singgah Sahur". Begitu melihat rumah Ujang, Baznas Kota Padang langsung membedah rumahnya. Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso bersama tim melihat langsung perkembangan kesiapan rumah milik Ujang, kemarin.

Seperti diketahui, Senin (20/6) subuh lalu itu, Walikota Padang kembali mengunjungi keluarga mustahik yang ada di kotanya. Bersilaturahim sekaligus makan sahur bersama. Tim “Singgah Sahur” berada di tengah keluarga Ujang yang berdomisili di RT 4 RW 5, Pasar Ambacang, Anduring, Kecamatan Kuranji.

Ujang (60) dan istrinya, Maizarlis (48) memiliki tiga anak. Dua anaknya kembar, yakni Wenda Putra dan Wenda Putri. Sedangkan anak bungsunya bernama Alvino. Ujang dulunya bekerja sebagai sopir. Namun karena faktor kesehatan dan usia yang tidak lagi mendukung, akhirnya Ujang memilih meninggalkan “kayu bulek” (kemudi). Ujang lebih memilih di rumah saja.

Beban keluarga lantas ditumpangkan ke pundak Maizarlis. Beruntung Maizarlis termasuk wanita tangguh. Wanita ini tak ingin bahtera keluarganya kandas. Maizarlis menjadi buruh cuci gosok pakaian ke rumah-rumah.

Maizarlis menetapkan upah cuci gosok kepada pelanggannya sebesar Rp 75 ribu perorang setiap bulannya. Dengan itulah Maizarlis mampu menghidupi keluarganya dan sekaligus menyekolahkan ketiga anaknya.

Seiring perjalanan waktu, pelanggan Maizarlis terus berkurang. Perkembangan teknologi membuatnya harus menepi. Mesin cuci telah menggantikan Maizarlis. Kini, Maizarlis hanya menerima order dari dua rumah saja. “Dapek Rp 200 ribu sabulan (dapat Rp 200 ribu sebulan),” ujarnya.

Maizarlis mengaku pendapatan sebesar itu tak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Kalau indak mancuci, kami indak makan (kalau tidak mencuci, kami tidak makan),” katanya lirih.

Perjuangan Maizarlis menghidupi keluarganya menyentuh hati Walikota Padang. Menurut Walikota, Maizarlis adalah wanita yang luar biasa, tetap bertahan mencintai suami meski tidak lagi mempunyai pekerjaan.

“Mudah-mudahan ketangguhan Maizarlis ini memberi semangat untuk kita mendidik dan membesarkan anak,” kata Walikota.

Walikota menyebut, di Kota Padang cukup banyak ibu-ibu tangguh yang membesarkan dan membiayai anak-anaknya. “Mudah-mudahan semangat Maizarlis ini dapat kita contoh. Tadi saya melihat anak-anaknya cukup santun. Kesantunan anak itu kuncinya dari orangtua,” ujarnya.

Setelah melihat kondisi keluarga ini, Baznas Kota Padang akan membantu membedah rumah milik Ujang. Baznas menggelontorkan biaya Rp 20 juta untuk merehab rumah milik Ujang. “Kita upayakan selesai sebelum lebaran,” kata Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso, ketika itu.

Kini, rumah Ujang mendekati rampung. Satu persatu keluarga mustahik dibantu pemerintah. Selamat Idul Fitri 1437 H.(tf/ch)

Post a Comment