Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang), 

Belum terhapus air mata warga Sumatera Barat, kabar duka kembali datang. Setelah Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik dipanggil Sang Khalik, kini mantan Walikota Padang, Hasan Basri Durin yang berpulang.
Kabar duka ini datang, Sabtu (9/7), sekira pukul 00.30 Wib. Di saat umat muslim sedang libur Idul Fitri 1437 H. 

Hasan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah setelah sempat dirawat di RS Medistra, Jakarta Selatan. Hasan mengidap penyakit stroke selama tiga bulan terakhir. Sejak April hingga bulan Mei, Hasan dirawat di RS Medistra. Bulan Juni, Hasan dirawat di rumah.

Begitu mendengar Hasan Basri Durin wafat, Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo datang melayat ke rumah duka di Kompleks Liga Mas Indah jl Pancoran Indah 6,blok B1 no.5 Jakarta Selatan, Sabtu tadi siang.

Walikota juga ikut mengantarkan mantan gubernur Sumbar itu ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Hasan Basri Durin dikuburkan secara militer dengan tembakan salvo ke udara. Tampak juga hadir diantaranya Gamawan Fauzi, Irwan Prayitno dan sejumlah tokoh Sumbar lainnya.
Riwayat Singkat Hasan Basri Durin.

Hasan Basri Durin lahir di Nagari Jaho, Padang Panjang, pada 15 Januari 1935. Hasan Basri Durin tutup usia pada umur 81 tahun. Hasan Basri Durin adalah mantan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang dan Gubernur Sumatera Barat masing-masing selama dua periode dan menjadi Menteri Negara Agraria pada 1998-1999.

Hasan Basri Durin lahir dan dibesarkan di kampungnya di Jaho, sebuah kenagaraian yang terletak di dekat Padang Panjang. Setelah menamatkan SMA di Bukittinggi, ia pindah ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat bekerja sebagai Sekretaris Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Jambi dan Sumatera Barat. Pada bulan Oktober 1971, ia diangkat sebagai Penjabat Wali Kota Padang, kemudian menggantikan Akhiroel Yahya menjadi Wali Kota Padang selama dua periode dari tahun 1973 hingga tahun 1983.

Setelah itu, ia menggantikan Azwar Anas sebagai Gubernur Sumatera Barat dan menjabatnya dari tahun 1987 sampai 1997. Setelah Presiden Suharto lengser kemudian digantikan oleh B.J. Habibie, ia diangkat menjadi Menteri Negara Agraria dalam Kabinet Reformasi Pembangunan dan menjabatnya sampai ketika kementerian itu dihapus oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1999. Selain itu beliau juga pemegang Mahaputera Adipradana 1998.(tf/ch/mn)

Post a Comment