Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang), 

Kota Padang menginjak usia 347 tahun pada 7 Agustus ini. Pasangan Walikota H. Mahyeldi Dt Marajo dengan Wakil Walikota Emzalmi telah berbuat banyak selama dua tahun lebih memimpin Padang. Kini, pasangan ini bertekad menjadikan Padang sebagai kota metropolitan. 

Wakil Walikota Padang Emzalmi saat diwawancarai menyebut bahwa Padang sudah memiliki bekal sebagai kota metropolitan. Jumlah penduduk yang telah menembus angka 1 juta jiwa serta turunnya angka kemiskinan merupakan bukti bahwa Kota Padang telah siap menyandang prediket kota metropolitan. 

“Selama dua tahun kami menjalankan sepuluh program unggulan, alhamdulillah semua berjalan baik,” ujarnya saat ditemui di Masjid Nurul Iman. 

Berdasarkan data, tingkat kemiskinan di Padang terus berkurang dibanding delapan tahun silam. Tahun 2008 silam, angka kemiskinan di Padang menembus 19 persen. Namun tahun ini angka itu turun menjadi sekitar 8,9 persen (data BPS). 

“Kalau kita berpatokan kepada data Bappeda, angka kemiskinan hanya 5,8 persen,” sebut Emzalmi.
Mampu turunnya angka kemiskinan di Padang dikarenakan banyak hal y
ang telah dilakukan Pemerintah Kota Padang. Dengan mendorong pembangunan infrastruktur cukup membantu menekan angka kemiskinan. Termasuk membenahi tiga penyebab kemiskinan, yakni pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.

Emzalmi mengatakan tiga penyebab kemiskinan itu telah mulai diatasi dengan baik. Lingkungan masyarakat telah diperbaiki, diantaranya seperti perbaikan jalan menjadi mulus serta betonisasi jalan lingkungan. MCK dan air bersih juga diadakan bagi masyarakat, sehingga masyarakat menjadi sehat. 

“Jika masyarakat sehat, tentu masyarakat akan bekerja dan berusaha. Apabila sudah begitu ekonomi masyarakat meningkat,” papar Emzalmi. 

Pendidikan juga mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat. Warga yang tidak mengenyam pendidikan akan kalah bersaing dengan warga lain. Mengantisipasi itu, Pemko Padang telah memberlakukan pendidikan gratis bagi seluruh anak yang ada di Padang. Tak boleh lagi ada anak yang tidak sekolah alias menganggur.
“Dengan sekolah, cara berpikir anak akan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” terang Emzalmi. 

Agar Padang benar-benar menjadi kota metropolitan, Emzalmi berpendapat kalau Padang mesti menjalin kerjasama dengan daerah yang ada di sekitarnya, seperti Pariaman, Lubuk Alung, Solok dan Painan. 

Dengan kerjasama dan satu kesatuan itu akan membuat Padang kokoh sebagai kota metropolitan. Apalagi, di Padang dan sekitarnya telah ditunjang dengan adanya Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pelabuhan Teluk Bayur dan sebagainya. 

“Untuk itu Padang harus siap menjadi kota metropolitan, salah satu caranya perlu jaringan kerjasama,” ungkapnya. 

Tak lama lagi Padang akan terus berkembang dan menjadi kota metropolitan. Keberadaannya di pesisir pantai barat Sumatera akan menjadikan Padang sebagai gerbang wilayah barat Indonesia. Apalagi, negara-negara yang tergabung ke dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) telah melakukan pertemuan di Padang, sehingga Padang telah begitu dikenal di sejumlah negara lain.

“Kita bangga dengan adanya IORA, karena akan semakin mendorong Padang menjadi kawasan strategis,” tutup Emzalmi.(tf/ch)

Post a Comment