Ads (728x90)

PADANGPOS.COM, (Jakarta), 
Wakil Ketua DPR Fadli Zonmenilai pelaku pemukulan guru di Makassar harus diproses hukum.
"Ya harus diproses hukum, enggak boleh lah (memukul). Saya kira guru adalah orangtua kedua,"
"Jadi enggak boleh ada pemukulan terhadap guru dan tidak boleh main hakim sendiri," kata Fadli Zon di Gedung DPR RI,Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Fadli meminta kasus tersebut diusut secara tuntas untuk menegakkan hukum.
Ia mengatakan sistem pendidikan akan rusak bila guru sudah tidak dihormati lagi.
Bahkan, terdapat kasus kriminalisasi terhadap guru.
Politikus Gerindra itu mendukung adanya usulan dewan kehormatan guru dan dosen untuk mencegah kasus tersebur berulang.
"Ya saya kira bagus itu, harusnya itu direalisasikan," katanya.
Sebelumnya diberitakan seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Makassar, Dahrul (52), dianiaya Adnan Achmad (43), Rabu (10/8/2016).
Adnan merupakan orangtua siswa yang bersekolah di tempat Dahrul mengajar.
Akibat penganiayaan itu, Dahrul mengalami luka memar di wajah dan mulutnya.
Dahrul lalu melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya kepada Polsekta Tamalate.
Penganiayaan ini terjadi setelah anak Adnan ditegur Dahrul karena tidak mengerjakan tugas dan tidak membawa perlengkapan menggambar dan buku.
Dahrul lalu menyuruhnya keluar dari ruang kelas.
Anak Adnan lalu menelpon dan menceritakan perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya.
Tidak lama kemudian, Adnan datang dan langsung memukul wajah korban.
"Orangtuanya datang ke sekolah gara-gara anaknya dipukul dan disuruh keluar kelas."
"Namun terjadi cekcok hingga guru tersebut dipukul di bagian wajah," kata Kepala Polsekta Tamalate, Komisaris Polisi (Kompol) Muhammad Azis Yunus.

Post a Comment