Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang)

Syekh mengandung dua makna. Pertama, terkait dengan penguasaannya terhadap ilmu agama yang mendalam sekaligus sebagai mursyid pada tarekat tertentu. Pada era sistem pendidikan surau, misalnya, Syekh tidak hanya berperan sebagai guru, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual bagi murid-muridnya yang ingin mengintensifkan ibadahnya. Ia merupakan seorang ahli dalam ilmu-ilmu esoterik dan ilahiah, dan menjadi penghubung antara para penyembah dengan Tuhan.

Kedua, pengaruh langsung dari ulama-ulama terkemuka di Timur Tengah, khususnya di Mekah, setelah para ulama asal Minangkabau yang belajar ke sana kembali ke tanah air. Sebab di daerah itu, Syekh merupakan gelar akademik atau keilmuan yang mendalam dimiliki oleh seseorang. Maka ulama-ulama asal Minangkabau yang belajar ke tanah suci, terutama yang belajar kepada Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, sekembalinya ke tanah air, di antara mereka dipanggil sebagai Syekh.

Syekh mengandung dua makna. Pertama, terkait dengan penguasaannya terhadap ilmu agama yang mendalam sekaligus sebagai mursyid pada tarekat tertentu. Pada era sistem pendidikan surau, misalnya, Syekh tidak hanya berperan sebagai guru, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual bagi murid-muridnya yang ingin mengintensifkan ibadahnya. Ia merupakan seorang ahli dalam ilmu-ilmu esoterik dan ilahiah, dan menjadi penghubung antara para penyembah dengan Tuhan.

Kedua, pengaruh langsung dari ulama-Ulama terkemuka di timur tengah, terutama di Mekkah, setelah para ulama belajar yang asli minangkabau di sana kembali ke tanah air. Karena di daerah itu, Sheikh adalah sebuah gelar akademik atau deep keilmuan yang dimiliki oleh seseorang. Jadi Ulama-ULAMA BELAJAR YANG ASLI MINANGKABAU KE TANAH SUCI (Palestina), terutama para ulama ke Pengkhotbah Sheikh Ahmad Al-Minangkabawi, kembali ke tanah air, di antara mereka bernama Sheikh.
Diterjemahkan Secara Otomatis

Post a Comment