Ads (728x90)

PADANG POS ( Padang Pariaman)- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Padang Pariaman,  M Taufik, S.Pd MM bersama anggotanya yang  berkekuatan 25 orang personil melakukan penertiban terhadap penambang ilegal yang mempergunakan mesin dompeng , Jum'at, 14 Oktober 2016. 

Razia yang dilakukan Satpol PP Padang Pariaman tersebut, karena penambang pengeruk pasir dalam air Batang Naras , telah mengkhawarir  warga sepanjang bantaran aliran sungai. Kemudian, penambangan ilegal ini menjadi target opeeasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Padang Pariaman. 

Lokasi yang menjadi sasaran penertiban pengerukan pengambilan pasir di dekat Jembatan Latiang, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau. Operasi penertiban dipimpin Kepala Satpol PP M.Taufik yang didampingi Kepala Dinas Koperindag ESDM Rustan SE, MM ini, berhasil diamankan sebanyak 2 ( dua) buah mesin Dompeng.

"Kedua mesin Dompeng ini masing-masing kepunyaan Yon Hendri dan Doni. Ia kita proses secara hukum menurut Perizinan Penambangan. Kemudian, pengambilan pasir di sepanjang aliran Batang Nareh telah merusak lingkungan dan ekosistim sungai, " kata M.Taufik kepada "PADANG POS.COM" di Lembak Pasang, Sabtu (15/10). 

Disebutkannya, pengambilan pasir  sungai dekat Jembatan Latiang ini telah merusak dan meresahkan warga sekitar. Kerja mereka hanya menguntungkan pribadi bukan warga masyarakat. Apalagi jalan dari Simpang Limun ke arah Pasir Baru telah hancur akibat dilalui kendraan truk bermuatan pasir saban hari.

 "Operasi penertiban penambang ilegal mempergunakan dompeng di sepanjang aliran Sungai yang ada di Padang Pariaman akan terus berlanjut yang bekerjasama dengan Dinas Koperindag ESDM, tegas M.Taufik.  

Selanjutnya, kata M Taufik, pihaknya  telah melakukan pembinaan kepada warga yang berada di sepanjang aliran Batang Nareh. Pengambilan pasir mempergunakan mesin dompeng itu sangat beresiko tinggi terhadap permukaan aliran sungai, juga merusak ekosistem lingkungannya. Jadi kita tidak main- main sebagaimana yang diperintahkan kepala daerah," sebut M.Taufik yang juga anggota Bamus Nagari Pilubang itu. (Saco).

Post a Comment