Ads (728x90)

NAMA Kandris Asrin terus menjadi buah bibir menjelang pemilihan Ketua Umum KONI Sumbar pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang akan digelar di Hotel Pangeran Beach, Padang, 14-16 Desember 2016.

Sebagian besar insan olahraga menilai mantan Ketua KNPI Sumbar itu sangat layak dan pantas untuk memimpin KONI Sumbar ke depan. Alasannya, selain mantan atlet karate dan hobi olahraga, dia juga sangat royal dalam masalah uang serta punya sikap rendah hati.

Alumni IKIP Padang (kini UNP, red) tahun 1990 itu dinilai sebagai sosok atau figur pemersatu olahraga Sumbar yang saat ini sudah mulai terkotak-kotak akibat perbedaan pandangan politik yang menimpa segenap pengurus KONI Sumbar di bawah pimpinan Dr Syahrial Bakhtiar periode 2013-2017 dan dilanjutkan Plt Ketum KONI Sumbar Syaiful SH MHum.

Dampak Pilkada atau Pemilihan Gubernur 2015 tampaknya masih jadi bahan gunjingan di kalangan insan olahraga Sumbar saat ini. Kelompok pro Syahrial Bakhtiar dianggap pendukung pasangan calon gubernur yang kalah, Muslim Kasim-Fauzi Bahar (Mk-FB). Sedangkan kelompok pro Syaiful juga disebut-sebut sebagai pendukung pasangan calon gubernur yang menang, yakni Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA).

Seharusnya masalah persaingan politik di Pilkada Sumbar 2015 itu tidak perlu dibawa-bawa ke kancah olahraga. Namun faktanya, masih ada sebagian pengurus KONI maupun pengurus cabang olahraga, termasuk atlet dan pelatih ikut terkontaminasi dengan pemikiran politik praktis tersebut. Akibatnya, rasa saling curiga sesama insan olahraga di Ranah Minang masih berlangsung hingga saat ini.

Sehingga muncullah bahasa bahwa orang-orang IP-NA akan “menguasai” KONI Sumbar pasca terpilihnya Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumbar untuk kedua kalinya. Padahal kalau kita ingin berdebat, sampai sekarang KONI Sumbar masih “dikuasai” orang-orang MK-FB walaupun sebagian di antara mereka sedang berusaha “cuci tangan”.

Nampaknya, jika seandainya orang-orang yang terlibat dalam tim sukses Pilkada Sumbar 2015 menjadi Ketum KONI Sumbar mendatang, maka dikhawatirkan dunia olahraga Sumbar akan tetap terkotak-kotak. Baik kandidat yang pernah menjadi timses/relawan IP-NA atau pun MK-FB.

Oleh sebab itu, agar dunia olahraga Sumbar tidak terpecah-belah nantinya, perlu insan olahraga di daerah ini memilih sosok pemimpin yang netral dan tidak terlibat dalam politik praktis dukung-mendukung pada Pilkada Sumbar 2015 lalu.

Sosok itu, kini ada di pundak Kandris Asrin, alumni SMAN 3 Padang tahun 1984 yang kini menjadi Ketua Federasi Aeromodeling Seluruh Indonesia (FASI) Kota Padang. Setahu saya, Kandris tidak pernah terlibat dalam ajang politik praktis Pilgub Sumbar tersebut.

Apalagi, Direktur Utama PT Riau Cipta Nugraha tersebut memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang cukup tinggi terhadap perkembangan olahraga Sumbar. Buktinya, untuk menyukseskan alek Porprov Sumbar 2016 khususnya di cabang aeromodeling, Kandris rela mengeluarkan duit pribadinya tanpa harus menunggu cairnya dana hibah APBD Kota Padang atau pun Sumbar.

Jadi, kalau kita ingin prestasi olahraga Sumbar ke depan meningkat lebih baik lagi, maka “terbanglah” organisasi KONI Sumbar tersebut bersama Kandris Asrin. Kebetulan, peraih penghargaan Pemuda Pelopor Sumatera Barat tahun 1990 itu sangat hobi terbang dengan paralayang setiap akhir pekan di kawasan Gunung Padang. (*)

(Penulis Adalah Ketua Forum Jurnalis Kota Padang)

Post a Comment