Ads (728x90)

JUJUR, saya bukanlah pakar ekonomi dan pakar politik. Sementara kini di Era Reformasi, kekuataan ekonomi punya peran penting dalam merubah berbagai haluan politik. Bahkan, kekuatan ekonomi, bisa dikatakan telah menjadi panglima di Era Reformasi ini. Faktanya, berbagai perubahan di Undang-undang Dasar 1945, ada kaitannya dengan kekuatan politik, yang telah menjadi pergunjingan di media sosial.

Yang anehnya, meskipun banyak para mantan jendral yang terjun bebas ke panggung politik, tapi masih saja mantan jendral tersebut belum mampu atau tak berdaya menjadikan hukum menjadi panglima di republik tercinta ini. 

Kini, mumpung ada Mubes Gebu Minang, Jumat, 23 Desember 2016, tak ada salahnya juga musyawarah besar ini dijadikan ajang utnuk membahas masalah-masalah  strategis dengan tujuan memperkuat kekuataan Anak Nagari Minang di pentas politik nusantara, yang harus tampil bagaikan naga-naga ekonomi.

Untuk memperkuat peran dan peranan Gebu Minang di republik tercinta ini, tak ada salahnya juga para petinggi di Gebu Minang menapak tilas kembali sejarah dari masa ke masa keberadaan Gebu Minang. 

Ungkapan bijak;"Sasek diujung jalan, kembali kapangka jalan," perlu jadi patokan sebelum mengambil kebijakan strategis untuk menjadikan Gebu Minang bagaikan Naga-naga di Nusantara.

Melalui tulisan ini, saya memang sengaja mengcopy paste dari webset Gebu Minang yang menuliskan  Embrio Gebu Minang yang dimulai dari (1982-1989).

Tahun 1982

Desa Aripan Solok (waktu itu masih desa) menjadi daerah bersejarah bagi proses munculnya Gebu Minang. Di desa itu tahun 1982 dalam acara temu wicara Pekan Penghijauan, menanggapi permintaan seorang petani yang minta traktor mini guna mengolah sawahnya, mantan Presiden Soeharto memberikan kata-kata “kalian sebetulnya mempunyai kekuatan, jika sejuta perantau saja menyumbang Rp 1.000 (seribu rupiah) saja per kepala, maka terkumpul dana pembangunan Rp 12 Milyar untuk Sumatera Barat dalam setahun”. Setelah itu wacana ini menjadi perbincangan masyarakat Minang dalam form resmi, maupun dalam coretan-coretan makalah, proposal yang dilewatkan secara terbatas.

Bulan September 1989

Tujuh tahun berlalu wacana Gebu Minang mengapung tanpa wujud yang kongkrit. Menjadi hangat kembali pada September 1989 ketika diselenggarakannya pameran pusat Dokumentasi dan Informasi kebudayaan Minangkabau di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Disepakati oleh para elit Minang yang hadir pada waktu acara itu untuk segera mengadakan pertemuan untuk mewujudkan Gebu Minang.

22 Oktober 1989

Tak lama berselang bertempat di Hotel Sahid Jaya Jakarta tanggal 22 Oktober 1989, dipimpin oleh Prof. Dr. Awaloedin Djamin dan Prof. Drs. Harun Zein berlangsung pertemuan yang dihadiri oleh para pemuka masyarakat Minangkabau baik yang ada di rantau, maupun di kampung. AA. Navis pada waktu pertemuan ini dengan makalahnya menunjukkan fakta kemiskinan nagari-nagari di Sumatera Barat. Akhirnya disepakati untuk merealisasikan sumbangan seribu rupiah Minang dan menunjuk DR. Rustam Didong, sebagai ketua panitia Nasional penyusunan konsep operasional Gebu Minang.

Melalui kepanitiaan ini, setelah puluhan kali rapat disepakati beberapa hal mendasar : Dibentuk suatu wadah yang bernamalembaga Gebu Minang dengan tugas pokok :

Mengkaji segala potensi baik yang ada di Sumbar maupun di perantauan untuk pembangunan masyarakat di daerah dan di rantau.
Menggerakkan perantau untuk bersatu menyumbang baik moril maupun materil demi pembangunan masyarakat Minang, dimana saja berada.
Memotivasi perantau untuk menyumbang seribu rupiah sebulan untuk pembangunan nagari-nagari
Disamping Lembaga (Ormas) Gebu MInang, dibentuk juga Yayasan Gebu Minang yang akan mengelola dana-dana yang dihimpun dengan menggalakkan usaha sendiri secara terpadu di Sumatera Barat, di rantau dan di tingkat nasional. Yayasan medirikan perangkat operasional :

Bank Perkreditan Rakyat
Perusahaan Trading House
Pusat Pelatihan dan Pembinaan
Serta badan usaha lainya yang memungkinkan.
Mubes I di Bukitinggi (Tahun 1989) 24 Desember 1989 Mubes I Gebu Minang

Bertempat di Gedung Tri Arga, Bukittinggi, berlangsunglah Musyawarah Besar Masayarakat Minang. Hampir seluruh pemuka masyarakat Minang seluruh propinsi hadir pada acara ini. Seluruh konsep dasar diperbincangkan dan secara aklamasi di Gedung ini, yang sekarang bernama Gedung Bung Hatta, konsep Gebu Minang disepakati untuk dilaksanakan. Dengan secara aklamasi memilih Ketua Umum Prof DR. Emil Salim, Ketua Eksekutif Prof. Drs. Harun Zein dan Sekretaris Umum Drs. Fahmi Idris. Disamping itu Ketua Dewan Kehormatan Bustanil Arifin SH., dan Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA.

20 Januari 1990 : Tepat pada tanggal ini, lembaga Gebu Minang sudah sah secara hukum dengan akta notaris Anasrul Jambi,SH. No. 14 tahun 1990.

5 Februari 1990 : Tepat pada tanggal ini, Yayasan Gebu Minang sudah sah secara hukum dengan akta notaris Anasrul Jami, SH No. 15 tahun 1990. Ketua Umum Ir. H. Azwar Anas dan Sekretaris Umum Dr. Saafroedin Bahar, Bendahara Djoni Marsinih SE.

30 November 1990 : Berdirinya 7 BPR Tahap I.

 31 Oktober 1990 : BPR diresmikan oleh Menteri Keuangan Prof. JB. Sumanin

Juni 1991 : Kupon resmi seribu rupiah/lembar dikeluarkan berdasarkan SK Menreri Sosial RI No. B.S.S 5 119/91 tanggal 22 Juni 1991 dengan masa edar selama 2 tahun (1990-1992)

 Mubes II di Padang (Tahun 1992)

2-3 Juli 1992, Mubes II Gebu Minang diadakan di kota Padang. Dengan memilih kepengurusan ; Ketua Umum Prof. Dr. Emil Salim, Ketua Eksekutif Prof. Drs Harun Zein, Sekretaris Umum Saafroedin Bahar dan Bendahara Dr. Sonya Roesma

1 Mei 1992, berdirinya Trading House

1993-1996 berdiri 12 BPR tahap II

1993. Semenjak tahun 1993 ini, kupon seribu rupiah ditiadakan lagi, sebab perolehan dana dengan cara ini tidak sebanding lagi nilainya dengan tenaga, waktu, dan pemikiran yang mesti dikerahkan untuk itu. Penggalangan partisipasi perantau kemudian lebih diintesifkan kepada kalangan tokoh-tokoh perantau oleh ikatan keluarga Minangkabau bersama-sama dengan lembaga Gebu Minang, terutama untuk menghimpun saham pendiri BPR-BPR.  

Dalam laporan keuangan Yayasan dan lembaga Gebu Minang periode Mei 1990 s/d Juni 1992, tercatat penerimaan yayasan sebagai berikut dan donator sebesar Rp 572,5 juta rupiah; dan bunga uang sejumlah Rp 48,56 juta rupiah; dan dari sumbangan khusus (Gebu Minang Fair II) sebanyak Rp 18,48 juta; keseluruhan total dana yayasan Rp 639,55 juta. Sedangkan dana titipan masyarakat tercatat : kupon yang masih ada di cabang/ perwakilan senilai Rp 6,28 juta: kupon pada Yayasan pusat senilai Rp 3,8 juta; saham pada BPR senilai Rp 6,4 juta; saham pada PT. GNN senilai Rp 5,2 juta; dan saham pada PT NDC senilai nol; sehingga total dana titipan masyarakat Rp 21,7 juta.

4 Agustus 1998. SK Menhut No. 900 perseujuan penggunaan lahan kurang lebih 30 ha untuk P4MK.

April 1999, menfasilitasi berdirinya BPR tahap III dari BPR ex LPN di Sumatera Barat.

29 Agustus 2000, lahirnya Portal Minangnet di Hotel Regent, Jl. Rasuna Said Jakarta Selatan..

29 Agustus 2000, diterbitkan kembali majalah Serunai evaluasi majalah kaba Nagari.

10 November 2000. BPR Gebu Minang, BPR Sago Luhak 50 kota dan BPR Sungai Pua mendapat penghargaan Enterprise 50 tahun 2000.


Mubes III di Bukitinggi (Tahun 2001)

Mubes berlangsung pada 4-6 Januari 2001 di Gedung Bung Hatta, Bukittinggi. Dengan memilih kepengurusan di bawah kepemimpinan ; Ketua Umum dr. Fasli Jalal PhD. Sp.GK. Pertama kali digunakan pengunaan kata Sekretaris Jenderal yang dijabat oleh Brigjend TNI (Purn) Drs. Adityawarman dan Bendahara Umum Ratna Maida Hasyim Ning Gebu Minang berubah kepanjangan akronimnya dari Gerakan Seribu Rupiah Minang menjadi Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang.
Desember 2002, sudah 34 BPR berdiri.

Juni 2004, menurut laporan perkembangan BPR Pilot Proyek, Tahap I, II, III, IV sudah berdiri 40 BPR dengan total asset 83.412.951 Milyar.yang dikelola dan dibawah manajemen Yayasan Gebu MInang yang diketuai oleh Ir. H. Azwar Anas.


Mubes IV, Sawahlunto (Tahun 2005) Mubes berlangsung pada 17-18 Desember 2005 di Sawahlunto. Dengan memilih kepengurusan di bawah kepemimpinan ; ketua Umum Mayjend. (TNI) H. Asril H. Tanjung SIP., Sekretaris Jenderal Drs. Irwan Husein dan Bendahara Umum Hj. Sulfah Achni Jamin.



Mubes V di Padang Panjang (Tahun 2011)

Mubes berlangsung tanggal 09-10 Juli 2011 di Kampus ISI-Padang Panjang. Dengan Memilih Kepengurusan di bawah kepemimpinan Ir. H R. Ermansyah jamin Dt. Tanmaliputi, Sekretaris Jenderal Ir. H. Elfiwardi C.Tanjung, Bendarara Umum Drs.  H, Nafis Thalib. Berdasar Akte Notaris  Alfi Sutan No. 11 Tanggal 13 Juni 2012. Kemudian melalui suratnya tanggal 23 Agustus 2012 Ir. H. Elfiwardi C. Tanjung mengundurkan diri menjadi Sekretaris Jenderal. Sebagai penggantinya mengangkat Yulianto Syahyu, SH. MH. Sebagai Sekretaris Jenderal Gebu Minang Pusat melalui Surat Keputusan Dewan Eksekutif Gebu Minang Pusat No. 11/KEP/DE-GM/IV-2013 Tanggal 17 April 2013, kemudian dikukuhkan   melalui perubahan  Akta Notaris Alfi Sutan No. 9 Tanggal 11 Februari 2014.

Pada Periode ini Gebu MInang mulai Merayakan Hari Ulang Tahun ke 24 tahun 2013,  sebagai refleksi dan evaluasi bagi gerakan Gebu MInang, dan sampai saat ini masih berlanjut, yang dirayakan setiap tanggal 24 Desember menjelang akhir tahun. Saat ini sedang digalakan Program Rumah Zakat, bantuan biaya pendidikan serta beasiswa pagi anak-anak yang berprestasi dari keluarga  kurang mampu, serta sosialisasai ABS-SBK.

BEBERAPA PERANGKAT GEBU MINANG YANG PERNAH DIDIRIKAN

Bank Perkrediran Rakyat (BPR)
Berstatus lembaga keuangan bank milik masyarakat di tingkat kecamatan yang didirikan oleh masyarakat Minangkabau, penduduk nagari atau oleh Koperasi Unit Desa, baik secara organisatoris maupun perorangan, yang berfungsi memobilisasi dana masyarakat dan dana-dana lainnya serta menyalurkannya pada unit-unit usaha bagi kepentingan pembangunan nagari; dan membiasakan masyarakat dengan system keuangan modern, serta mendinamisir tumbuhnya dunia usaha serta kewiraswataan secara modern, serta ikut mensukseskan pembangunan nasional secara umum.

Trading House Gebu Minang
Berstatus badan usaha yang dibentuk oleh Yayasan Gebu Minang sebagai unit perantara bagi pengusaha-pengusaha Sumatera Barat dalam pemasaran barang atau jasa yang dihasilkannya, sehingga terjamin kontinuitas pemasaran dan kontinuitas perusahaan. Unit usaha tersebut adalah PT Gebu Niaga Nusantara (PT. GNN). Trading House Gebu Minang berfungsi, diantaranya membantu melancarkan pemasaran barang-barang atau komoditi yang dihasilkan oleh pengusaha kecil dan lemah; memberikan informasi bagi para pengusaha kecil dan lemah dalam rangka pengembangan aktifitas usahanya, untuk memproduksi barang-barang tertentu dengan kualitas tertentu sesuai dengan kehendak pasar; mengkoordinir pemasaran barang-barang tertentu dalam rangka memasuki pasar-pasar daerah.

Modal Ventura Gebu Minang
Berstatus lembaga keuangan bukan bank yang dibentuk Yayasan untuk menampung dan mengelola dana yang terkumpul dari masyarakat Minangkabau baik yang berada di Sumatera Barat maupun di perantauan. Dengan fungsi membantu meningkatkan kemampuan pengusaha menengah di daerah Sumatera Barat dengan menyediakan equity dan management bagi pembangunan, maupun pengembangan proyek-proyek yang secara ekonomis layak dibantu, maka usaha-usaha modal ventura Gebu Minang ini membantu percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat pedesaan, di samping menggali ekonomi yang strategis untuk dikembangkan di Sumatera Barat, sejalan dengan usaha Gebu Minang.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengusaha Lemah/ Sumber Daya Manusia Gebu Minang.

Berstatus sebagai pusat pengembangan tenaga yang diharapkan dapat mengantisipasi dampak kemajuan teknologi baik di bidang ekonomi maupun di sektor sosial budaya dan agama, dan sekaligus menjadi pusat pengembangan manajemen di lingkungan ushawan-usahawan kecil dan menengah di Sumatera Barat. Diantara usaha-usaha lembaga ini adalah :

Mempersiapkan tenaga-tenaga staf BPR yang sedang didorong perkembanganya
Melatih pengusaha-pengusaha kecil dan menengah agar lebih professional dalam pengelolaan usahanya.

Mendidik generasi muda dalam rangka penyiapan tenaga-tenaga wiraswasta yang mampu mengelola usaha-usaha kecil secara modern. December 2016? (Penulis wartawan tabloid bijak dan padangpos.com).

Post a Comment