Ads (728x90)

ADA teman yang bertanya kepada saya begitu muncul enam berita dan dua opini di tabloidbijak.com dan padangpos.com, sehari sebelum proses pemilihan Oesman Sapta Odang di Mubes Gebu Minang, yang dihadiri Gubernur Sumbar Prof DR H Irwan Prayitno PSI MSc. 

Yang menariknya lagi, teman-teman itu, bukan hanya bertanya, tetapi juga "minta" bagi-bagi "rezeki" dari Oesman Sapta Odang. Anggapannya mungkin, 6 berita dan 2 opini di Catatan Yal Aziz, ada iklan pariwara atau saya dibayar untuk menulis tersebut. Biasalah, rekan-rekan wartawan yang juga punya media cetak dan online.

Yang hebatnya lagi, saya sempat berdebat dengan teman-teman wartawan tersebut yang tidak mempercayai jawaban yang diberikan. "Ndak usahlah manyuruak di ilalang saalai juo lai," ledeknya.

Saya juga bisa memahami dan memaklumi kecurigaan teman-teman wartawan tersebut. Kenapa? Karena teman-teman wartawan tersebut tahu siapa Oesman Sapta Odang, yang royal dan bersahabat dengan kalangan wartawan. Kemudian, Oesman Sapta Odang bukan lagi pengusaha, tetapi konglomerat yang punya menara bisnis. Jadi wajar saja, jika teman-teman wartawan tak percaya kalau saya tak mendapat apa-apa dari Oso panggilan akrab anak Nagari Sulit Air Kabupaten Solok ini.

Agar tidak memunculkan fitnah dan rasa kecurigaan rekan-rekan wartawan, maka melalui tulisan ini terpaksa saya buka apa adanya. 

Jujur, saya tak kenal dengan  Oesman Sapta Odang dan belum pernah bertemu, apalagi untuk wawancara. Ketertarikan saya menulis berita tentang Oesman Sapta Odang lebih karena mendapatkan informasi dari Syahdanur, wartawan senior yang berteman dengan Oesman Sapta Odang. Syahdanur adalah salah seorang wartawan senior berdomisili di Jakarta dan telah malang melintang di dunia jurnalistik dan mengawali karier wartawannya di Harian Merdeka milik almarhum BM Diah. Rasanya, tak berkelebihan pula saya katakan, kalau Syahdanur adalah teman dekat dari Oesman Sapta Odang. Jadi dari Syahdanur inilah saya dapat informasi tentang sepak terjang Oesman Sapta Odang.

Kemudian, saya mendapatkan informasi juga dari Yan Hiksas, salah seorang pengusaha sukses di Jakarta yang terjun kepanggung politik. Kini H Yan Hiksas yang bergelar Datuak Tan Ali, lagi dipercaya menjadi Ketua Korwil DPP Partai Golkar Sumatera Barat. Yan Hiksas satu alumni dengan saya di Pesantren Thawalib Padang Panjang. Jadi, saya dan Yan Hiksas sama-sama anak pesantren. Secara nepotisme, kebetulan istri saya anak Nagari Sulit Air juga. 

Jadi alasan saya mendukung dan "memasang badan" menjagokan  Oesman Sapta Odang di perebutan "tahta" Gebu Minang lebih kepada persoalan perteman dengan Syahdanur dan Yan Hiksas, serta istri saya orang Sulit Air dan bukan karena kepeng alias pulus. (Penulis wartawan tabloidbijak dan padangpos.com)
Baca juga berita dan opini di tabloidbijak.com dan padangpos.com
1.Oesman Sapta Odang Berpeluang Pimpin Gebu Minang
2.Yan Hiksas: Gebu Minang Tempat Orang Minang Bersatu
3.Asmardi Candra; Ketua Gebu Minang Sebaiknya Pejabat Negara
4.Furna Wely: Yan Hiksas dan Oesman Sapta Odang Sepesukuan di Nagari Sulit Air
5.Catatan Yal Aziz: Kalau Ingin Gebu Minang Gemilang Pilihlah Oesman Sapta Odang
6.Yan Hiksas: Oesman Sapta Odang Anak Ranah Minang dari Nagari Sulit Air
7.Oesman Sapta Odang Pengusaha Sukses Peduli Kampuang (padangpos)
8.Catatan Yal Aziz: Idealnya Gebu Minang Jadi Naga di Nusantara (padangpos)

Post a Comment