Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjadi narasumber Rakor Program Diklat Aparatur tentang Kebijakan Peningkatan Kompetensi , Kemendagri, di Pusdiklat Regional Bukittinggi, Selasa, 5 Desember 2016. 

Hadir Kepala Pusdiklat Ir.Suroyo, MSi, Kepala Badan Diklat Prov Sumbar Drs. Rosman Effendi MSi dan peserta Rakor lebih kurang 95 orang yang terdiri dari berbagaia daerah di regional Bukittinggi antara lain dari aparatur BKD regional Bukittinggi, aceh, jambi, bangka belitung, riau kepulaan, riau dan dari sumatera barat sendiri. 

Menurut Irwan Prayitno, Aparatur Sipil Negara (ASN ) yang dahulu lebih dikenal  Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai tuntutan globalisasi saat ini mesti bekerja profesional, berkualitas, memiliki daya saing dan mampu berinovasi sesuai dinamikan perkembangan yang terjadi . 

"Diera globalisasi ini ASN dituntut untuk bekerja dengan kompetensi dan memiliki integritas diri memberikan pelayanan kepada publik dengan baik tanpa pamrih serta setia kepada NKRI. Tuntutan ini menjadi sesuatu gerakan reformasi birokrasi penyelenggaraan pemerintahan dan untuk ASN perlu dilakukan revolusi mental untuk meningkatka integritas diri ASN itu sendiri, " ungkapnya

Irwan Prayitno melihat kondisi saat ini ASN kita belumlah membanggakan, persoalannya selama ini ada hulu pada saat rekrutmen, dan hilir menentukan berkualitas. 

"Kita melihat persoalan rekrutmen masa lalu tidak begitu baik dalam sehingga banyak PNS kita yang tidak produktif dan inovatif. Dan ketika saya melakukan tes kompetensi para bawahan saya nilai belum sesuai dengan yang diharapkan. Dan ketika saya mulai melakukan rekrutmen pada tahun 2010 dengan memakai pola kerjasama dengan Universitas Indonesia untuk mendapatkan kualitas rekrutmen PNS hanya 7 kab/ko yang ikut bareng sementar 12 kab/ko lainnya memakai pola lama, alasan karena tuntutan tim sukses, " ungkap Irwan Prayitno. 

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan bahwa PNS Sumatera Barat yang memiliki kompetensi hanya 30 persen, banyak orang yang marah kepadanya. Sementara data terakhir Men PAN Republik Indonesia menyatakan ASN yang memiliki kompetensi hanya 5 persen se Indonesia. 

" Kita amat mendukung langkah Men PAN yang melakukan rekritmen ASN dengan pola CAT, pemanfaatan Teknologi Informasi, dimana pada saat peserta keluar dari ruang ujian telah selesai, dapat langsung melihat apakah lulus atau lanjut pada ujian berikutnya. Jika ini kita teruskan tentu akan memberikan kita ASN yang berkualitas dan  profesional. " ujar Irwan Prayitno. 

Irwan Prayitno juga menyampaikan jika hulu sudah berjalan baik, untuk meningkatkan kompetensi ASN tentunya akan terbantu dengan dilakukannya Diklat dan pelatihan bagi aparatur. Diklat dan Pelatihan yang dilakukan tentunya akan memberikan pengetahuan serta kemampuan sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku. 

" ASN dengan pembekalan diklat dan pelatihan diharapkan selain mampu meningkatkan kualiatas diri juga memiliki inovasi dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintah. ASN yang berkualitas akan melahirkan pelayanan pemerintahan yang berkualitas pula. Yang jelas setiap ASN diharapkan mampu menguasai IT karena kedepan pemerintahan menuju e goverment, " tegas Irwan Prayitno. (Humas Sumbar)

Post a Comment