Ads (728x90)


PADANG --- Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah menilai masyarakat Kampung Jambak Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji termasuk beruntung. Pasalnya, tidak semua warga Kota Padang bisa mendapatkan bantuan pembangunan masjid dari World Asembly Of Muslim Youth (WAMY) yang berasal dari Arab Saudi.

“Jadi, masyarakat Kampung Jambak termasuk beruntung. Oleh sebab itu, perlu kita syukuri. Caranya, mari kita memakmurkan masjid ini dengan memperbanyak kegiatan ibadah guna mengharapkan ridha Allah SWT,” ungkap Mahyeldi saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di Masjid Al-Firdaus Kampung Jambak Kelurahan Lubuk Lintah Kecamatan Kuranji, Minggu (18/12) malam.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Kuranji, Rachmadeni Dewi Putri, Lurah Lubuk Lintah, Martias, Lurah Anduring, Yong Sasri, Lurah Pasa Ambacang, Syafruddin dan Lurah Gunung Sarik, Nazwar serta para ninik mamak, urang sumando dan ratusan jamaah setempat.

Menurut walikota, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan bahan evaluasi diri bagi setiap muslim guna meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT. Sebab, makin hari tantangan dan ujian keimanan khususnya bagi kaum muslimin akan semakin berat.

Seperti pengaruh-pengaruh negatif yang disebarkan melalui kecanggihan teknologi yang dapat merusak generasi muda Islam di masa mendatang. Misalnya, mengakses situs-situs porno melalui internet. Apalagi, saat ini lagi trend orang menggunakan HP android yang berisi beraneka ragam progam aplikasi.

“Kalau tidak bentengi generasi muda kita dengan nilai-nilai keimanan yang tangguh, kita khawatir suatu saat akidah mereka bisa berpindah. Sebab, mereka sudah terlena dan seakan dibius dengan bermacam jenis permainan atau game yang ada dalam HP android tersebut. Sehingga, kewajiban menjalankan ibadah kepada Allah SWT jadi terabaikan. Nah, di sinilah perlunya peranan orang tua dalam mengontrol anak-anaknya,” ucap Mahyeldi mengingatkan.

Selain itu, lanjut walikota, ancaman penggunaan narkoba di kalangan generasi muda juga sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Hampir setiap hari aparat penegak hukum berhasil pelaku yang diduga sebagai pengedar barang haram tersebut. Peredarannya tidak lagi di kota-kota besar, namun sudah menembus ke pelosok-pelosok desa dan kampung.

“Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Padang untuk meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban berikutnya,” tukasnya menambahkan.

Sementara itu, Ketua RT O4 RW 02 Kelurahan Lubuk Lintah, Jhony mengatakan, hingga kini Kampung Jambak masih bersih dari pengaruh narkoba karena masyarakatnya masih mayoritas penduduk asli. Sehingga lebih mudah mengontrolnya dan mengenali orang yang tidak kenal masuk ke wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, pak wali. Sudah lebih 35 tahun saya berumah tangga ke Kampung Jambak dan Kandang Batu ini, Insya Allah belum pernah kami mendengar kasus narkoba di sini. Semua ini berkat kekompakan masyarakat dalam menjaga kampung dari pengaruh-pengaruh negatif yang dibawa orang luar. Masukan dan saran dari pak wali, tentu sangat berharga bagi kami untuk selalu waspada,” kata pak RT tersebut sembari meyakinkan walikota.

Dengan hadirnya Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada acara maulid nabi tersebut, berarti sudah lengkap para petinggi negeri di Sumbar dan Kota Padang yang datang berkunjung ke Masjid Al-Firdaus Kampung Jambak setidaknya dalam kurun waktu setahun terakhir ini. 

Diawali dengan kedatangan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (saat itu masih calon gubernur) pada September 2015 ketika menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Firdaus tersebut. Disusul kemudian Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit pada acara halal bi halal pada Juli 2016.

Berikutnya Wakil Walikota Padang, Emzalmi saat peresmian pemakaian masjid tersebut pada tanggal 5 Desember 2016 dan terakhir Walikota Padang, Manyeldi Ansharullah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, tanggal 18 Desember 2016. Sebelumnya, isteri Gubernur Sumbar, ibu Nevy Irwan Prayitno dan isteri Walikota Padang, ibu Harneli Mahyeldi juga pernah berkunjung ke tempat tersebut. (noa)

Post a Comment