Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)-Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah melarang masyarakat Kota Padang yang beragama Islam untuk mengikuti perayaan Natal, serta mengenakan berbagai bentuk atribut non-Muslim.

"Natal dirayakan umat Kristiani, dan umat Islam harus menghormatinya, tetapi tidak untuk diikuti," kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, Senen, 19 Desember 2016. 

Menurut Mahyeldi, seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan non-Muslim, jangan sampai pula mengenakan atribut Natal dan Tahun Baru. "Masalah aqidah, tak ada toleransi," tegas dewan syuro PKS ini.

Kemudian, Walikota Padang mengimbau kepada seluruh pengelola mall, hotel, usaha hiburan, tempat rekreasi, restoran, dan perusahaan yang ada di Kota Padang, agar tidak memaksa karyawan muslim untuk menggunakan atribut non-muslim. "Apalagi beberapa waktu lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 56 Tahun 2016 tentang penggunaan atribut keagamaan non-muslim," tambahnya.

Selanjutnya, Mahyeldi juga mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama jelang Natal dan Tahun Baru 2017. "Sebagai suatu bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika, kita harus saling menghormati perbedaan keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata mantan anggota DPRD Sumbar ini.

Dalam waktu dekat, kata walikota, Pemko Padang akan membagikan surat edaran tentang penggunan atribut keagamaan non-muslim tersebut kepada pelaku usaha yang ada di Kota Padang. "Kita berharap, pelaku usaha bisa memahami dan mematuhi surat edaran tersebut," tambahnya.

Kepada pengusaha non-Islam, walikota juga menghimbau untuk tidak memaksakan karyawannya menggunakan atribut yang bertentangan dengan kaidah Islam khususnya pada perayaan hari besarnya seperti Natal.

Hal ini, katanya, menjadi salah satu bentuk penghormatan warga non-Muslim terhadap Muslim, sebaliknya warga Muslim juga tidak memaksakan kehendak kepada warga non-Muslim.
"Kami juga akan memberikan sanksi tegas bagi warga yang saling mengganggu atau memprovokasi warga lainnya saat perayaan hari besar (keagamaan)," tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah akan menindak warga yang berniat berbuat onar atau mengganggu ketenangan Kristiani dalam merayakan Natal.
"Kami menjamin keamanan warga saat melaksanakan ibadah pada perayaan besar," ujar Mahyeldi.(tf/ch/bom)

Post a Comment