Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)-LSM Mamak sedang menelusuri berbagai persoalan di Kolam Renang Teratai Padang, seperti adanya dugaan pungli di tiket tanda masuk dan masalah pergantian air yang sudah enam tahun tak pernah diganti, serta tak ada tim ahli untuk mengantisipasi dampak negatif kepada pengunjung yang berenang.

"Kami memang sengaja membentuk tim investigasi untuk menelusuri berbagai masalah di kolam renang, terutama masalah air kolam yang berdampak kepada pengunjung," kata Wakil Ketua Tim Investigasi LSM Mamak, Dany Perinaldi, SH  kepada Padangpos.com dan Tabloid Bijak, Sabtu, 21 Januari 2017 di Posko BOM, Jalan Siak Nomor 4 Kelurahan Rimbo Kaluang Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Menurut Dany, air dalam kolam renang memang harus dijaga dari segi kesehatan dan kebersihan. Sebuah pompa dan filter dalam kolam renang berfungsi untuk menjaga agar air tetap sehat. Salah satu kandungan senyawa yang paling sering ditemukan di kolam renang adalah klorin. Sedangkan  Klorin dalam natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit. "Berdasarkan pendapat pakar tersebut, kami ingin tahu faktanya, apakah pengawas dan penanggungjawab kolam renang sudah melakukan antisipasi dari dampak negatih air kolam renang kepada pengunjungnya," kata mahasiswa pasca sarjana S2 di Universitas Andalas Padang ini.

Yang jelas kini, kata Dany, dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa air kolam renang Teratai sudah enam tahun tak pernah diganti dan pihak kolam renang selalu membersihkan air dengan kaporit dan tawas. "Yang jadi persoalan bagi kami, apakah takaran kaporit dan tawas yang dilakukan, apakah sudah sesuai dengan kajian dan perhitungannya," kata anak putera Pahlimo ini sembari menambahkan, disinyalir ada pula permainan dalam pengadaan tawas dan kaporit ini.

Kemudian, kata Dany, berdasarkan ilmu pengetahunan, kaporit atau kalsium hipoklorit adalah senyawa  yang berbentuk padatan putih yang siap didekomposisi di dalam air untuk kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit biasa digunakan sebagai agen pemutih atau disinfektan. senyawa  ini juga sering digunakan sebagai pemutih kertas dan tekstil pada industri.

 "Kaporit sering di gunakan untuk membersihkan kolam renang dan membunuh bakteri yang terdapat di dalam air kolam tersebut dan dengan menggunakan kaporit, para pemilik kolam renang bisa meminimalkan biaya di bandingkan dengan mengganti air kolam dengan air bersih yang baru yang kuantitinya sangat banyak."Berdasarkan informasi yang kami himpun dari perenang, kaporit sangat terasa, saat berenang di kolam renang Teratai, bahkan baunya  agak menyengat dan jika terkena mata akan terasa pedih dan kaporitnya pun lengket dirambut," kata Dany menyampaikan keluhan perenang yang pernah berenang di Kolam Renang Teratai. 

Secara logika, kata Dany lagi, semakin banyak pengunjung untuk berenang di kolam renang, semakin banyak kuman yang tercampur di dalam kolam, sehingga pemakaian kaporitpun semakin banyak dan dampaknya tentu banyak pula. "Efek negatife yang di sebabkan kaporit terhadap tubuh manusia ternyata bukan masuk melalui air yang kita minum,akan tetapi dari uap klor atau  kloroform dalam kaporit saat kita mandi, yang mengakibatkan air yang mengandung kaporit dengan mudah masuk ke pori-pori dan merusak sel kulit," katanya.

 Selain itu, lanjut Dany, kaporit sangat berbahaya terhadap kulit. Kenapa? Karena karena kaporit dapat merusak lapisan kolagen pada kulit yang mengakibatkan perusakan sel, serta t mengakibatkan kulit menjadi kering dan terlihat lebih kusam dan tampak tua sebelum waktunya atau biasa di sebut penuaan dini. "Kaporit menurut para ahli, juga bisa merusak rambut terutama batang rambut. Selain itu kaporit juga mengakibatkan iritasi kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe dan rambut rontok dan mengakibatkan rambut menjadi susah di atur ,tampak kusam,kering dan kasar. " Mengingat bahaya - bahaya yang di sebabkan oleh kaporit, makanya kami melakukan investigasi dan kemudian minta pendapat tim ahli," katanya. 

Berdasarkan literatur yang sudah dibahas, kata Dany ada sepuluh penyakit yang akan muncul bila air di kolam renang itu bermasalah. 1.Disenteri, 2, Diare, 3.Penyakit kuning, 4 Diare akut, 5.Hipatitis A, 6, Infeksi mata dan kulit, 7.Infeksi telinga dan kulit, 8.Penyakit cacing, 9.Penyakit Influenza dan 10.Penyakit Jamur kaki. "Kami di LSM Mamak menilai, masalah pergantian air di Kolam Renang Teratai ini, tak bisa main-main, karena berdampak kepada kesehatan masyarakat, dan makanya kami ingin menelusurinya," katanya sembari menambahkan, tim investigasi lagi bergerak dan pertanyaan melalui surat juga telah disiapkan untuk dikirim ke Plt Kadispora Padang. (PRB)

Post a Comment