Ads (728x90)

Suasana peretuan anggota Bamus DPRD Kabupaten Agam dengan DPRD Kabupaten Solok, bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kabupaten Solok, Selasa (17/1)

PADANGPOS.COM (SOLOK)-Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Agam, hari Selasa (17/1), melakukan study banding ke DPRD dan Bappeda Kabupaten Solok. Dalam kunjungan tersebut, DPRD Agam dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Agam, Taslim, SA.g dan 12 anggota Bamus lainnya serta di Kabupaten Solok rombongan dari Agam diterima oleh Waki Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Kabag Umum, Velma Weldi, Kabag Persidangan, Aznul Hakim, Sekretaris Bappeda dan staf DPRD lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Agam, Taslim menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan yang baik di DPRD dan Bappeda Kabupaten Solok. “Kami menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini dan dari Kabupaten Solok kami mendapat referensi tentang kebamusan serta bagaimana menfungsikan dana Pokir serta penyusunan jadwal Bamus untuk kami terapkan di Kabupaten Agam,” jelas Taslim.

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Agam, lebih banyak mempertanyakan bagaimana Kabupaten Solok dengan APBD sebesar Rp 1,1 Triliyun masing-masing anggota dewanya mendapat dana Pokir sebesar Rp 1,1 Milyar pertahun. Sementara di Agam yang memiliki Dana APBD sebesar Rp 1,5 Triliyun pertahunnya, masing-masing anggota dewannya hanya memiliki dana pokok pikiran (Pokir), Rp 700 juta dan itu baru berjalan dua tahun terakhir. “Jadi kami ingin belajar dari Kabupaten Solok bagaimana bisa memiliki dana pokir setiap anggota dewannya diatas Satu Milyar,” jelas anggota Bamus dari Agam, Djasli. Selain itu, anggota Bamus DPRD Agam juga mempertanyakan pengelolaan Danau Singkarak karena dimiliki oleh dua Kabupaten yakni Kabupaten Solok dan Tanah Datar.

Pihak Bamus DPRD Agam juga mempertanyakan bagaimana cara mengsinkronkan jadwal kegiatan 1 tahun Pemerintah Daerah dengan masa sidang DPRD ?
Budi Fita Helmi, SS selaku Kasubag Persidangan dan risalah mengungkakapkan bahwa biasanya Pemerintah Daerah akan memberikan hasil penyusunan kegiatan selama 1 tahun Pemda ke secretariat DPRD untuk selanjutnya disingkronkan dengan agenda kegiatan DPRD selama satu tahun dan untuk dijadikan sebagai referensi dalam setiap rapat-rapat Bamus nantinya ujarnya.

Selain itu, DPRD Kabupaten Agam juga mempertanyakan bagaimana cara mengakomodir suatu kegiatan yang bersifat urgent dan krusial sementara tidak ada dihasil Bamus? Seperti adanya pengaduan dan aspirasi masyarakat yang akan diungkapkan dalam Rapat dengar pendapat?. Dalam kesempatan itu, Kasi Persidangan DPRD Kabupaten Solok, Budi Fitra Helmi, SS, mengungkapkan bahwa jika kegiatan pertemuan tersebut terlebih dahulu diberitahukan oleh masyarakat kepada sekeretariat DPRD maka akan direkomendasikan untuk dimasukan kedalam jadwal Bamus, namun jika tidak ada dalam jadwal bamus, maka DPRD juga tidak bisa serta merta merubah jadwal bamus, kecuali hanya dalam Rapat Paripurna yang disetujui oleh seluruh farksi, namun jika terjadi hal demikian maka ini termasuk pada keadaan kondisoinal, dengan ini masyarakat akan dipertemukan dengan komisi yang menaungi permasalahan masyarakat tersebut, karena sudah menjadi tugas DPRD untuk menjadi perpanjangan tangan masyarakat sesuai dengan amanat Sila ke -5 Pancasila, namun jika anggota DPRD Berhalangan Hadir Maka Aspirasi Masyarakat akan ditampung oleh secretariat DPRD untuk selanjutnya diserahkan kepada Komisi yang bersangkutan dan atau Sekretariat DPRD akan menjajinkan untuk penjadwalan ulang pertemuan dengan masyarakat tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen menjelaskan bahwa pihaknya berterimakasih kepada anggota Bamus dari Agam yang sudah memilih Kabupaten Solok sebagai daerah study banding. Sementara Sekretaris Bappeda Kabupaten Solok, kepada anggota Bamus DPRD Agam, juga menjelaskan bagaimana penyusunan Renja Pembangunan Kabupaten Solok yang dimulai dari Musrenbang Nagari hingga ke Kabupaten dengan melibatkan semua anggota dewan sesuai Dapilnya masing-masing sewaktu Musrenbang Nagari hingga ke Musrenbng Kabupaten. Suasana pertemuan tampak dalam keakraban dan jual beli pertanyaan tampak diwarnai humoris.

Adapun Anggota Bamus Agam yang melakukan study banding ke Kabupaten Solok dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam, Taslim, SA.g serta anggota Bamus yakni Saharuddin, Djasli, Ar Yufinof, SPd, Joni Putra, S. Kom, Rizky Abdillah Fadhal, STP, Irtan Amran, Bulqaini, S. Fil, Ridwan Suhaili, Uswan Syafyahya Dt S. Kaya, Zul Ikhsan dan Amrizal. Selain itu Bamus DPRD Agam juga didampingi oleh Boy Vetris, SH, Msi, Jonaidi, S. Sos, Hafizudin, Herman dan Firdaus. Sementara di Kabupaten Solok mereka dterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Kabag Umum, Velma Weldi, Kabag Persidangan, Aznul Hakim, Sekretaris Bappeda serta staf DPRD lainnya seperti Kasi Persidangan Budi (wandy)

Post a Comment