Ads (728x90)

Rencana pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang selama ini terkatung-katung menunggu investor, akhirnya mendapat titik terang untuk direalisasikan menjadi jalan strategis nasional dengan bantuan pembiayaan dari Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB) sebesar 400 juta US Dollar atau setara Rp 5 triliun. Proyek nasional itu dipercayakan pengerjaannya pada PT Hutama Karya.

Jalan tol Padang-Pekanbaru masuk dalam jalur Trans Sumatera yang memiliki panjang 1.415 KM yang ditargetkan tuntas tahun 2024. Untuk pembangunan tol Padang-Pekanbaru, tahap I yang dikerjakan yakni jalur Padang-Sicincin 27 KM, dan jalur Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 KM.

Agar pembangunan tahap I tol Padang-Pekanbaru segera teralisasi, kami menyiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pencairan uang pinjaman Rp 5 triliun. Syarat itu diantaranya seperti trase, AMDAL, dan DED.

Untuk jalur Padang-Sicincin, sebagian telah disiapkan lahannya. Bahkan sejumlah ruas jalan telah pengerasan, serta telah dibangun 4 jembatan penghubung. Dari total panjang jalan Padang-Sicincin 27 KM, 17 KM telah tersedia yakni jalur Duku - Sicincin, dan 10 KM  lagi dari By Pass Padang menuju Duku diupayakan pembebasan lahan.

Dari Duku ke Buayan Sicincin telah kita mulai dari dulu. Disitu tinggal pembebasan lahan untuk pelebaran, dari 36 meter menjadi 60 meter. Sedangkan dari By Pass Padang menuju Duku saat ini sudah dilakukan pendataan tanah milik masyarakat.

Biaya pembebasan lahan didanai oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun demikian untuk pembiayaan pembebasan lahan masih menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden, yang rencananya dikeluarkan pada bulan Februari, yang menyatakan bahwa jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan jalan strategis nasional. (Penulis Gubernur SUmbar)

Post a Comment