Ads (728x90)

Jujur, sebelumnya saya tidaktahu kalau Agus Taher seorang doktor di bidang pertanian yang menyelesaikan S3-nya di UPLB Filipina, S1 di di Faklutas Pertanan Unand dan S2 di IPB Bogor. Yang saya tahu tentang Agus Taher pecipta lagu Minang, yang hebat dan banyak melahirkan penyanyi top Ranah Minang.

Sebagai wartawan, jujur juga saya sampaikan, kalau saya termasuk yang telmi (telat mikir) tentang Agus Taher yang punya nama besar dan menjulang bagaikan gunung Singgalang.

Mekipun saya belum pernah bertemu dan tatap muka dengan Agus Taher, namun  saya pernah melakukan wawancara dengannya melalui seluler  dan bertanya masalah VCD bajakan yang marak di pasaran. Itupun saya dapat nomor handphone Agus Taher dari produser Harpa Record, Vhery Lajo yang berdomisili di Kota Bengkulu dan kini lagi asyik membuat rekaman irama Bolywood dengan lirik lagu bahasa Bengkulu, yang lagi hit, Gaek Puber dan Menang di Gaya.

KINI saya saya sangat bangga dan bahagia dapat buku Agus Taher yang berjudul Perjalan Panjang Musik Minang Modern, dari wartawan senior Rhian D'Kincai, yang populer juga dibalantika musik Minang sebagai pencipta lagu. 

Buku setebal 279 halaman tersebut, tak hanya menyuguhkan data dan sosok pencipta lagu Minang saja, tapi juga ada komentar tokoh  agama Sumatera Barat, Haji Mas'ud Abidin yang juga rajin menulis masalah agama dan adat Minang. Selain itu, di halaman pendahuluan, ada juga komentar penyair ternama, Taufik Ismael yang menyebutkan;"Ada keindahan dan kekuatan yang merona, ketika scien and art menyatu dalam kehidupan. Katanya, Agus Taher dokter pertanian  yang jadi pencipta lagu. "Saya dokter hewan dan penulis puisi," kata Taufik Ismael dalam komentarnya btentang buku Agus Taher.

Kemudian Taufik Ismail mengajak pembaca untuk menyimak dan membaca buku yang ditulis Agus Taher yang menyusun buku sejarah dan biografi mini Minang dalam buku Perjalanan Panjang Musik Minang Modern ini. Pujinya, Agus Taher menulis buku dalam gaya bahasa yang memikat. 

Sedangkan Bupati Agam Indra Catri, hanya menyampaikan rasa gembira dan kagumnya dengan Agus Taher yang menulis buku. Katanya, Agus Taher sosok yang dikaguminya sejak remaja. Bahkan, Agus Taher, seniman, intelektual yang memiliki talenta. Kemudian karya Agus Taher tak hanya sekedar menghibur, tetapi sekaligus menggugah perasaan terdalam bagi orang yang berpikir dalam. Buku Agus Taher ini juga memberikan informatif dan memberikan pencerahan dan tetap aktual melintasi generasi.

Juga ada komentar seorang penyanyi bernama Adroy'S yang sudah tak asing juga namanya ditelinga penggemar musik Minang. Kata Androy's Agus Taher figur yang mengorbitkannya bersama arti-artis Minang lainnya. Lagu Agus Taher berjudul Cinto Putiah dan Babungo Ungu merupakan lagu yang mendongkrak populeritas dirnya.

DI buku Perjalanan Panjang Musik Modren Minang yang dicetak, Agustur 2016 ini, juga ada komenter mantan mendagri dan Gubrnur Sumbar, Dr H Gamawan Fauzi, SH dan Prof DR Mahdi Bahar S KAr M Hum. 

Kata Gamawan Fauzai, Buku Perjalan Panajng Musik Minang yang dikarang Agus Taher ini membuat dirinya "siuman" dari tidur panjang ketidakpahamannya akan perjalanan panjang musik Minang yang sering diperdebatkan dikalngan para seniman dan pencipta musik dan lagu Minang.

edangkjan Prof DR Mahdi Bahar S KAr M Hum mengomentari, Perpajalanan Panjang Musik Minang Modern, yang dijadikan AGus Taher dalam karya ilmiah ini bermuatan biografi, sang komposer, musik Minang "Pop Minang" menjadi dokumen dan informasi yang amat berharga, sebagai catatan "sejarah" perkembangan Musik Minangkabau. Namun perkembangan itu tak akan menyebarbegitu sangat cepat dan luas, jika tidak menggunakan insdustri rekaman yang sungguh menupang perkemabngan musik tersebut.

Yang menarik dan hebatnya Buku Perjalanan Musik Mianang Modern karya Agu Taher ini, dilengkapi dengan biografi mini, seperti biografi, Asbon Madjid, Ely Kasim, Nuskan Syarif, Tarun Yusuf, Masroel Mamudja, Tiar Ramon, Yusuf Rahman, Yang Juneid, Zalmon, Agus Taher, Ferry Zein, Chilung Ramali, Asben, B Andoeska, Ujang Virgo, Rhian D'Kincai, Zul Azham, Sexrrri Budiman dan Ramadhan Ahmad.  

Untuk itu, bagi wartwan, seniman, sastrawan dan budawanyan, serta mahasiswa yang mendalami ilmu  sastra dan seni, rugi lo kalau ndak membeli dan membaca buku ini. Promosi snek lah ya. (Yal Aziz, wartawan tabloid bijak dan padangpos.com) 

Post a Comment