Ads (728x90)


PADANGPOS(Padang)-Felix anak Direksi PT Mentawai Anugrah Sentosa pemilik kapal cepat Mentawai Fast  menyebutkan, setahun yang lalu perusahaannnya telah mencoba memenuhi kebutuhan transfortasi jalur Padang-Sikakap, tetapi tidak mencapai target alias merugi dan terpaksa dihentikan.

"Telah kami coba beberapa trip berlayar dari Padang-Sikakap, tetapi tidak bisa berjalan dengan baik dan perusahaan kami terus menerus merugi dan terpaksa dihentikan," kata Felix anak Rudi Direksi PT MAS, ketika memberikan kata sambutan, di Dermaga Sikakap, Jumat, 6 Januari 2017.

Menurut Felix, kini pelaran rute Padang-Sikakap dibuka kembali dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kepulauan Mentawai dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat. "Kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas apresiasi dari Ketua DPRD Sumbar dan seluruh anggotanya, serta kepada Bapak Bupati Kepulauan Mentawai, yang telah susah payah memperjuangkan, agar jalur Padang-Sikakap dihidupkan lagi dan bantuan subsidi," kata anak Pemilik Kapal cepat Mentawai Fast ini.

Kemudian, kata Felix, dirinya bahagia dan bangga bisa membantu masyarakat Kecamatan Sikakap, Pagai Selatan dan Pagai Utara untuk berlayar bersama kapal cepat Fast Ferry Alamunium Mentawai fast. "Berkat dukungan dan dorongan semua pihak, secara langsung telah mendukung pengembangan dunia pariwisata Kepulauan Mentawai dan membantu masyarakat untuk bepergian dari Padang ke Sikakap setiap mingunya," katanya.

Mudah-Mudahan, kata Felix, Mentawai Fast mampu memberikan yang terbaik, aman, cepat dan nyaman bagi masyarakat pengguna transfortasi laut yang menghubungkan Kota Padang ke Sikakap pulang danpergi. "Kami atas nama kapal cepat Mentawai Fast mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan mendorong dibukanya kembali rute Padang-Sikakap ini," tambahnya.

Secara terpisah, Direksi PT Mentawai Anugrah Sentosa, Rudi menyebutkan, untuk sekali berlayar menghabiskan minyak lima ton. dan belutalkeseluruhannya, "Kalau ditotal secara globalnya, PP Padang-Sikakap memerlukan dana Rp 50 juta," katanya. 

Setelah dicoba beberapa trip, kata Rudi, sangat jauh dari target dan perusahaan selalu merugi untuk rute Padang-Sikakap. "Kalau rute Padang-Tua Pejat dan Siberut, sudah lumayan aman," tambah pengusaha perkapalan ini.

Sementara Pejabat Bupati Mentawai, Syafrizal Ucok menegaskan, subsidi yang diberikan kepada Mentawai Fast, apabila pelayarannya tida memenuhi target 60 persen. Maksudnya, kalau dibawah target 60 ersen, maka Pemkab Mentawai berikan subsidi, tetapi kalau 60 persen atau lebih, tidak kita berikan subsidi," katanya.

Tujuan Pemkab Mentawai memberikan subsidi, kata Syafrizal Ucok, lebih untuk mememenuhi permintaan berbagai pihak, yang meminta agar Padang-Sikakap dilayari kapal cepat.  "Kini, masyarakat di tiga kecamatan, Sikakap, Pagai Selatan dan Pagai Utara telah bisa bepergian setiap hari Jumat dengan kapal cepat Mentawai fast," kata Ketua FKPPI Sumbar ini. (PRB)  

Post a Comment