Ads (728x90)

BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Ketua Tim Investigasi LSM Mamak Ranah Minang, Dany Ferinaldi SH menyebutkan, kalau lembaganya kembali membahas proyek water boom atau water park di Malibau Anai, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, yang diperkirakan telah menghabiskan  dana sekitar Rp 13 miliar, tapi dibiarkan saja bagaikan sarang hantu.  

"Kami di LSM Mamak mendapatkan informasi, water boom atau water park yang telah menghabiskan dana Rp 13 miliar itu kok dibiarkan menjadi besi tua atau menjadi sarang hantu," kata Dany Ferinaldi ketika berbincang-bincang dengan tabloidbijak.com dan padangpos.com, di Posko BOM, Jalan Siak Nomor 4 Kota Padang.

Menurut Dany, LSM Mamak sengaja membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi ke lokasi water boom di Malibu Anai, Kecamatan 2 X 11 Lingkungan Kayu Tanam tersebut. "Tujuannya untuk mencari informasi terbaru dari perkembangan kasus tersebut, ada apa dan kenapa," kata mahasiswa pasca S2 Universitas Andalas Padang tersebut, sembari menambahkan, dulu kasusnya pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar, April 2015 lalu..

Berdasarkan data Tabloid Bijak, proyek tersebut dibangun dengan uang negara yang berasal dari ABPD Padang Pariaman sebesar Rp. 13.196.773.000. Pembangunannya dilakukan tiga tahab, dengan sistim multi years. Tahab I mempergunakan anggaran 2008 & 2009 sebesarr Rp. 11.752.833.000, yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya.

Pembangunan tahab II dilaksanakan oleh CV. Sarana Karya tahun 2009 dengan dana sebesar Rp. 433.300.000. Sedang tahab III dilaksanakan tahun 2010 oleh PT. Pagar Alam Perkasa, dengan dana sebesar Rp. 1.010.640.000.

Sedangkan pejabat Bupati Padang Pariaman waktu membangun water boom tersebut, Muslim Kasim dua periode. "Kami sudah memberikan mandat kepada anggota LSM Mamak untuk menemui pak Muslim Kasim," tambah Dany.

Setelah hasil investigasi lengkap, kata Dany, LSM Mamak akan mengundang para wartawan di berbagai media cetak untuk jumpa pers. "Bersabar sajalah dulu, soalnya kami masih mengumpulkan bahan untuk dibahas dengan pakar hukum dan akademisi," ujarnya. (PRB)

Post a Comment