Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)-Bermodalkan prestasi medali perak di nomor slalom yang disumbangkannya kepada Kontingen Sumbar  di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, Novermber 2016 lalu, membuat Nofrion termasuk atlet dayung yang mendapatkan kesempatan berlatih di Pelatas Jati Luhur. 

"Sekembali dari PON Jabar, saya dipanggil masuk pelatnas," kata Nofrion ketika berbincang-bincang dengan Padangpos.com, Rabu, 4 Januari 2017.

Menurut Nofrion, dirinya bersyukur bisa menjadi atlet dayung nomor slalom yang baru di pertandingan pertama di PON Jabar. "Saya sudah jadi atlet dayung sejak lima tahun lalu dan saya dilatih buk Esneti yang sudah saya anggap orangtua," kata pria kelahiran, 7  Oktober 1990 ini.

Sebelum menekuni nomor slalom, kata Rion, dirinya atlet dayung dragon boat dan kayak. "Setelah saya berlatih slalom, langsung saya tekuni sampai sekarang," kata tamatan SMK di Teluk Kuantan Provinsi Riau ini.

Selama berlatih di pelatnas, kata Rion, banyak pengalaman diperolehnya. Bahkan kini, dirinya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan slalom di Thailand, Februari 2017 mendatang. "Mudah-mudahanlah saya bisa meraih medali," ujarnya.

Bicara target kedepannya, kata Rion lagi, medali di  PON Papua 2020 dan Asian Games 2018. "Besok, (Kamis, 5/1), saya akan kembali ke pelatnas Jati Luhur dan pulang ke Padang, mengambil bonus PON dan sekaligus ingin jumpa teman-teman dan Buk Esneti yang selalu memotivasi diri saya untuk berprestasi," tambahnya.

Mungkin tanpa dukungan dan dorongan Buk Esneti, mungkin perjalanan karies dan masa depan tidak sebaik sekarang. "Dulu saya ada bersama teman 7 orang, tapi hanya saya saja yang bertahan berlatih di bawah bimbingan Buk Net," ujarnya lagi. (PRB)

Post a Comment