Ads (728x90)

BIJAK ONLINE (Padang)-Tampaknya, setiap guru olahraga yang membawa muridnya untuk berlatih renang di Kolam Renang Teratao GOR Haji Agussalim, ada permainan patgulipat dengan penjaga kolam alias berbagi rezeki dengan cara mengalabui murid dengan harga tikt tanda masuk.

Berdasarkan data dan fakta, tiket tanda masuk khusus pelajar hanya ditentukan Rp 5.000. Tapi faktanya, setiap pelajar yang pergi berlatih renang dengan guru olahraganya diharuskan membayar Rp 10.000 
.
"Kami diminta guru uang Rp 10.000," kata salah seorang pelajar yang kebetulan habis belratih renang di Kolam Renang Teratai ketika dihubungi Padangpos.com, minggu lalu.

Menurut pelajar yang tak mau menyebutkan namanya itu, sejak dulu dirinya telah membayar Rp 10.000 dan ditambah Rp 2.000 lagi untuk transfortasi. "Saya ndak pernah diberikan tiket tanda masuk," kata pelajar wanita yang berambut panjang tersebut.

Katanya, setibanya di kolam renang langsung masuk, karena dikawal gurunya dipintu akan masuk. "Sebelum masuk kami menyebutkan nama, karena diminta petugas kolam renang," tambahnya.

Kepala UPTD Mulyadi ketika dihubungi menyebutkan dirinya belum mengatahui persoalan tersebut. "Saya akan coba mencari informasi dulu dan saya rasa itu urusan guru olahraga sekolah dan tak ada kaitannya dengan petugas kolam renang," katanya ketika dihubungi melalui selulernya.

Secara terpisah mantan Kepala Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Suardi Junir menyebutkan, kalau masalah itu urusan pengawas kolam renang. "Di kolam renang itu kan ada petugasnya dan sebaiknya ditanyakan saja kepada petugas kolam renang tersebut," katanya melalui seluler.

Yang hebatnya, petugas kolam renang Damsir yang telah digusur tanpa SK, enggan memberikan ketarangan seputar harga tiket masuk tersebut. "Ndak enak saya yang berkomentar, soalnya itu tugas teman-teman di kolam renang," kilahnya.

Kemudian, katanya, dirinya pun sekarang bukan lagi pengawas kolam renang, karena telah digusur dan sebaiknya ditanya kepada UPTD. "Saya sejak digusur, hanya datang untuk teken tanda hadir," kilahnya. (PRB) 

Post a Comment