Ads (728x90)

PADANG - Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengaku bersyukur atas pencapaian pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di kota ini. Pasalnya, sampai Januari 2017 ini dipastikan sudah lebih 60 persen realisasi salah satu dari 10 program unggulan (progul) tersebut.

"Alhamdulillah, pada 2014 kita sudah merehab rumah tak layak huni sebanyak 800-an, di 2015 sebanyak 1350 rumah dan 2016 lalu lebih dari seribu rumah. Insyaallah, pada 2018 atau paling lambat 2019 nanti semuanya akan selesai. Dimana kita targetkan seribu pertahunnya, pembangunannya antara lain bersumber dari APBN, APBD Provinsi Sumatera Barat, APBD Kota Padang serta bantuan dari Kementerian Sosial RI," terang Mahyeldi saat meninjau beberapa rumah tak layak huni yang sedang dibedah oleh Pemko di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah, kemarin.

Mahyeldi melanjutkan, atas nama Pemko Padang mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas peran dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat sejauh ini. Pasalnya, program-program yang dijalankan Pemko yakni bedah rumah, telah didukung baik secara personal, melalui komunitas-komunitas, para perantau serta berbagai donasi lainnya.

"Kita bersyukur, secara strategi kita telah mampu mengkapitalisasi potensi yang ada sebab pemerintah hanya sebagai stimulan. Lihat saja untuk program bedah rumah ini, dengan anggaran awal Rp 15 juta kita mampu membangun rumah yang cukup bagus. Itu semua dikarenakan, tidak terlepas dari keterlibatan keluarga, tetangga dan kerabat dari pemilik rumah yang kita bantu. Sehingga nilai rumah itu pun menjadi naik mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta," pungkasnya. (David/LL/Zay)

Post a Comment