Ads (728x90)

Kadis DPMPTP Padang Pariaman Hendra Aswara ketika Diskusi dengan staf Dinas Kesehatan dalam penbuatan SOP terkait perizinan di bidang Kesehatan di Ruang Kerjanya, Pariaman, Selasa (21/2).
PADANG POS.COM (Padang Pariaman)-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Perizinan dikelola Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP). Penegasan ini merupakan tindaklanjut  dari hasil pertemuan kick off meeting dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkenaan perizinan satu pintu,

"Kita targetkan Perbup pelimpahanan wewenang dan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai Perizinan. Direncanakan, Perbup telah ditandatangai Bupati Padang Pariaman akhir Februari ini" kata Kadis DPMPTP Hendra Aswara saat penyusunan SOP bersama Satuan Kerja  Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Kerjanya, Pariaman, Selasa (21/2).
 
Dikatakannya, sesuai Perbup Nomor 21 Tahun 2006 terdapat 90 Perizinan yang pelaksanaannya tersebar diseluruh SKPD.
 
Untuk itu, Bupati Ali Mukhni meminta seluruh perizinan harus dibawah kendali DPMPTP. "Kita coba inventarisir ada potensi sekitar 110 perizinan yang menjadi kewenangan Kabupaten" sebut Alumni STPDN angkatan XI itu.
 
Setelah Perbup keluar nantinya, tambah Hendra, akan dibentuk Tim Teknis lintas SKPD yang bertugas untuk memberikan rekomendasi sebelum izin dikeluarkan. Jadi, dalam SOP akan diatur sedetil mungkin berapa lama waktu dibutuhkan  mengeluarkan izin. Mulai dari surat permohonan izin, cek administrasi, cek lapangan, rekomendasi tim teknis hingga izin diterbitkan.
 
"Jadi kita berkomitmen memberikan kepastian waktu bagi masyarakat atau investor yang mengurus perizinan. Dengan syarat yang jelas dan tanpa pungli" tegas Hendra.
 
Sebelumnya secara terpisah, Bupati Ali Mukhni meminta DPMPTP untuk membenahi ruang pelayanan yang lebih representatif. Hal ini, akan memberikan kenyamanan masyarakat. Ia merekomendasikan agar DPMPTP mencontoh ruang pelayanan  Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Padang Pariaman sendiri."Tidak perlu jauh-jauh studi banding, pergi saja ke Kantor Disdukcapil. Tiru dan modifikasi saja" harap Bupati mengakhiri. (Saco).***

Post a Comment