Ads (728x90)

PADANGPOS (Kerinci)-Perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) makin marak di Kabupaten Kerinci. Data yang diperoleh Tribun, perambahan hutan banyak terjadi disekitaran hutan di kaki Gunung Kerinci dan Kawasan Lempur.

Sutriandi, seorang pemandu wisatawan di Kerinci mengatakan perambahan kawasan hutan TNKS di kaki Gunung Kerinci ini sudah semakin parah. Dia mengatakan perambahan hutan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab ini sudah mencapai pos 1 gunung api tertinggi di Sumatra ini.
"Kalau tetap dibiarkan bisa habis hutan yang ada di Gunung Kerinci," katanya.

Kalau pihak berwenang tidak mengambil tindakan tegas, bisa habis hutan Gunung Kerinci ditebang. "Tolong pihak yang berwenang untuk turun ke lapangan dan menindak tegas pelaku perambahan, jangan dibiarkan saja," katanya.

Selain itu hutan TNKS di wilayah Lempur Kecamatan Gunung Raya juga sudah marak pembalakan liar. Penebangan pohon hutan sudah hampir masuk di kawasan wisata Lempur.

"Sudah masuk kawasan objek wisata Danau Kaco, ini perlu perhatian pihak terkait," kata warga setempat.
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (BBTNKS) M Arief dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan menurunkan anggotanya untuk memantau agar perambahan hutan di kaki Gunung Kerinci tidak meluas. Saat ditanya jumlah areal perambahan hutan di Kerinci, dia mengatakan belum mengetahuinya.

"Kita akan turunkan tim untuk melakukan pengawasan dan menindak pelaku perambahan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi perluasan perambahan, karena bisa merusak hutan yang ada di Gunung Kerinci," katanya.
M Arief meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama dengan masyarakat untuk membantu menjaga hutan TNKS yang ada di wilayah Kerinci. "Karena TNKS ini bukan aset daerah dan TNKS, tapi aset nasional yang berada di Kerinci, jadi mari kita sama-sama menjaga, supaya tidak terjadi kerusakan hutan," ungkapnya.

Lebih jauh, Kepala BBTNKS menyebutkan dari 1,4 juta hektar hutan TNKS, delapan persen yang belum diperbaiki. "Kedepan kita akan berupaya untuk melaksanakan aksi sosial dengan masyarakat dengan melakukan reboisasi hutan, tapi akan kita lakukan secara bertahap," katanya

Sebelumnya Balai Besar TNKS mencatat luas kawasan hutan yang telah dirambah sekitar 41 ribu hektare. Ini terjadi di empat provinsi wilayah TNKS, yakni Jambi, Sumbar, Bengkulu, dan Sumsel. Namun kawasan perambahan yang paling parah terdapat di Kerinci dan Sungai Penuh yaitu mencapai 20 ribu hektare.

Di Kabupaten Kerinci titik perambahan hutan ada di Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Kawasan Masgo di Gunung Raya. Selain itu perambahan liar di Renah Pemetik yang tak kurang dari 3 ribu hektare. Menurut TNKS wilayah Kerinci perambahan hutan di kawasan TNKS tersebut, selain mengambil kayu yang ada, kemudian kebanyakan areal tersebut dijadikan lahan usaha pertanian. (TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA)

Post a Comment