Ads (728x90)

TAK berapa lama kemudian, Kasatpol PP yang kencing dalam celana masuk lagi keruangan walikota. Sebelum duduk memberikan hormat ala meliter.

"Kampuang dima," kata Walikota Naro memulai pembicaraan.
"Agam pak wali," kata kasatpol PP sembari membuka tas sembari mengeluarkan uang yang sudah dibungkus dengan rapi. sembari meletakan diatas meja.

"Bara jumlah kepeng eeee ko," kata Walikota Naro yang langsung mengambil uang tersebut sembari memasukan ke dalam tasnya. 
"Lima puluh juta pak wali," kata Kasatpol PP, sembari menjelaskan kalau uang itu dikumpulkan dari beberapa pemilik cafe yang sengaja beriyuran.

"Oh gitu ya. Tapi kepeng eee ko lai amankan," kata Walikota Naro semberi mempersilahkan Kasatpol PP menceritakan kronologis pengusaha cafe beriyuran. 

Sehari sebelum hari pelantikan, kata Kasatpol PP, para pengusaha cafe mengadakan pertemuan dan membahas hadiah untuk Walikota yang baru dilantik. "Hadiah yang sama juga diberikan kepada walikota terdahulu setelah dilantik," kata Kasatpol PP.

"Oh gitu ya," kata Walikota Naro sungkat.

Kemudian, Kasatpol PP mohon pamit akan keluar, karena akan melaksanakan rapat dikantornya, membahas pemberatasan pekat. "Saya mohon diri dan pamit pak wali," katanya.

"Eeee tunggu dulu" kata walikota Naro lagi. "Suruah ajudan masuak."

"Siap pak wali," kata Kasatpol PP dengan sikap sempurna dan memberikan hormat, serta langsung balik kanan.

Tak berapa lama, masuklah ajudan yang langsung memberikan hormat. "Siap menghadap pak wali, apa ada perintah," tegasnya.

"Suruah kepala dinas pasar masuk," perintah walikota Naro.

Tak berapa lama, masuklah kepala dinas pasar, sembari mengambil tempat duduk dihadapan Walikota Naro. "Siap menghadap pak wali," katanya.

"Lah bara lamo jadi kadis pasa," kata Walikota Naro ketus.
"Baru tigo tahun pak wali," katanya singkat, sembari memberikan cek dalam amplop.

"Banyak kepeng eeee di bank yo, kok setor pakai cek," kata Walikota Naro sembari membuka amplop dan melihat angka dalam cek Rp 150 juta. 

"Ha ha ha ha lumayan juolah, tapi untuk menghadap berikutnyo harus duo kali lipek jumlah eee," kata Walikota Naro sembari memasukan cek ke dalam tasnya.

"Siap pak wali," kata Kadis Pasar sembari mohon diri.

"Silahkan dan isuak ko ambo tak mau mendengar ada gejolak di pasa raya dan pasa Banda Buek. Sudah tu kalau mau meghadap jumlah cek harus duo kali lipek," kata Walikota Naro sembari mempersilah Kadis Pasar keluar.

Menjelang sampai diluar dan menuju mobilnya yang diparkir, Kepala Dinas Pasar ini menggerutu. "Walikota klera juo mah, congok bana,"

Kemudian, sebelum Walikota Naro akan memanggil ajudannya, handphonenya berbunyi. "Paja kalera ko lo lik. "Kapatang lah diagiah, Rp 50 juta dan kini manalipon lo lik, panik juo  dibuek paja kelera ko mah," gerutunya.

Entah apa isi pembicaraan Walikota Naro dengan tim suksesnya tersebut, tiba-tiba Walikoa Naro memencet bel sebagai isyarat menyuruah ajudannyo masuk.

"Kepala dinas apa yang ado diluar. Katakan padanya, pertemuan besok, jamnya tunggu perintah," kata Walikota Naro pada ajudannya, sembari memerintah ajudannya untuk memanggil sopir menghadap.(Bersambung-Penulis waratwan padangpos.com)


Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment