Ads (728x90)

TERPILIHNYA Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sebagai peringkat pertama pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia (API) II, Sabtu malam, 25 November 2017 lalu, sudah merupakan pengakuan yang sangat bermakna dan berharga dalam mengembangkan objek wisata bahari tersebut. Kenapa? Karena  Kawasan Wisata Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan dan berbatas langsung dengan Kota Padang, memang punya pesona yang aduhai indahnya.

Apalagi, jaraknya dari Kota Padang sebagai ibukota Profinsi Sumatera Barat hanya berkisar sekitar 56 kilo meter dan jarak tempuh lebih kurang 60 menit. Sedangkan luas Kawasan Mandeh lebih kurang sekitar 18.000 hektare. Sementara Wisata Kawasan Mandeh melingkupi 7 kampung di 3 nagari yang dihuni penduduk dengan mata pencaharian bertani, berternak dan nelayan. 

Secara promosi, objek wisata Kawasan Mandeh memang sudah terkenal, baik tingkat nasional maupun Internasional dengan adanya investasi asing kebangsaan Itali,yang  mengembangkan resort wisata yang dikenal dengan Cubadak Paradiso. Bahkan Kawasan Mandeh telah menjadi destinasi utama kebijakan sektor pariwisata kebaharian yang dimasukkan kedalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama Biak dan Bunaken. Kawasan Wisata Mandeh sangat menjanjikan untuk dijadikan tujuan investasi.

Nama Mandeh menjadi terkenal, karena di lokasi ada  satu kampung yang bernama Kampung Mandeh, di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Kemudian Teluk Carocok Tarusan yang cukup landai dan tidak berombak karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil, seperti Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjong Besar dan Kecil. Selain itu tentunya Pulau Cubadak. 

Sementara di bagian selatan kawasan ini tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung meliuk bagaikan kail, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riaknya yang selalu bernyanyi tak henti-hentinya.

Kemudian disisi utara Kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar, seperti Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, dan Pulau Marak yang berdampingan dengan Pulau Sikuai. Bahkan, disepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok terlihat  kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nangka.

Yang menariknya lagi dari tujuh kampung dari 3 nagari yang berada di kawasan ini termasuk kedalam kawasan pengembangan wisata, yakni Kampung Mudiak Air, Kampung Simpang Carocok, Kampung Pulau Karam, Kampung Sungai Nyalo, Kampung Sungai Tawar, Kampung Sungai Pinang, dan Kampung Teluk Raya. Kemudian, penduduk di sekitar kawasan Mandeh terkenal cukup ramah dan cepat berbaur dengan masyarakat pendatang, bahkan suka membantu bila memerlukan pertolongan.

Saking indahnya, wajar saja jika Kawasan Mandeh disebut juga sebagai The Paradise in the South atau surga di Selatan. Maksudnya, di bagian selatan Provinsi Sumatera Barat. Di surga inilah semua kedamaian bisa diperoleh wisatawan, dengan melayarinya, menyelam, serta berlayar dengan kapal penangkapan ikan. Bahkan wisatawan yang datang ke sini sering memanfaatkan danau laut ini untuk berenang dari satu pulau ke pulau lainnya, selain untuk menyelam, juga bisa menyaksikan keindahan dasar laut dengan berbagai bentuk dan jenis kerang dan ikan-ikan yang hidup disana.

Yang hebatnya, gerbang masuk Kawasan Mandeh dapat dicapai melalui laut dan jalan darat. Bila naik kapal atau boat bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. 

Sedangkan bila melalui jalan darat, terdapat tiga alternatif dari tiga ruas jalan yang berbeda. Alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui Simpang Carocok, dan alternatif kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo. Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok terus menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang 12,5 kilo meter.

Kini mumpung Kota Padang, Sumatera Barat menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2018, tak ada salahnya juga  jika keindahan Kawasan Mandeh dipromosikan kepada sekitar 3000 ribuan pemilik media termasuk  wartawan serta pengurus PWI dan SMSI se-Indonesia, yang sengaja bertandang ke Ranah Minang untuk menghadiri acara puncak HPN yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.

Tujuannya tentu, agar para pemilik media cetak, online dan wartawan bisa menyaksikan langsung keindahan serta keelokan jajaran pulau dalam Kawasan Mandeh yang keindahannya memang sangat mempesona jiwa, apalagi yang sedang lara.

Sebelumnya memang sudah ada keinginan  Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yang   sengaja memanfaatkan acara Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang diadakan di Padang pada 15-17 Oktober 2017 lalu tersebut untuk menggaet para investtor. Waktu itu diperkirakan ada sekitar 370 investor yang berasal dari 15 negara datang berbondong-bondong datang ke Sumatra Barat untuk melihat potensi investasi di Ranah Minang. Bahkan dalam acara tersebut, Gubernur Sumatera Barat juga mempromosikan dua destinasi turis utama, yakni Mandeh di Pesisir Selatan dan Gunung Padang di Kota Padang, yang terkenal dengan kisah Siti Nurbaya. 

Semoga saja promosi Wisata Mandeh yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat tersebut, sesuai dengan harapannya dan masyarakat Ranah Minang, khususnya yang berada di Kawasan Mandeh. (Penulis wartawan tabloidbijak.com dan padangpos.com)



Post a Comment