Ads (728x90)

PANTAI  Tiram termasuk salah satu objek wisata alam yang terletak di wilayah Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pantai Tiram sendiri memiliki luas sekitar 10,5 hektare dengan garis pantai yang sangat indah dan bahkan memukau dipandang mata dengan hembusan angin spoi-spoinya.

Tapi sangat disayangkan, keindahan Pantai Tiram belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Pariaman. Padahal, kalau diibaratkan gadis, Pantai Tiram bisa dikatakan gadis ayu yang belum bersolek. Istilah itu, karena keindahan alam Paitai Triram sungguh sangat luar biasa, karena selain berada dibibir pantai yang sudah ditanami pohon vinus dan cemara, juga dilengkapi genangan air berupa waduk yang bermuara ke sungai. Kondisi tersebut menjadikan tanaman cemara dan vinus seakan berada di sebuah pulau.

Kemudian air di waduk, merupakan air pasang surut dari air laut dan air sungai, sehingga membuat kondisinya bagaikan danau kecil yang sudah ditanami pahon magrove atau bakau yang tak teratur dan terurus. Padahal, keberadaan hutan magrove tak hanya berfungsi menahan arus laut, tetapi juga bermanfaat untuk hidup dan berkembangnya satwa laut, seperti udang dan kepiting, serta burung bangau.

Melihat keindahan Pantai Tiram tak ada salahnya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Dinas Pariwisata Sumatera barat, bahu membahu untuk mempercantik Pantai Tiram yang juga sudah menjadi ajang pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti Tour D Singkarak dan berbagai vestifal.

Apalagi kini, dunia pariwisata sudah menjadi industri yang kompleks, yang meliputi industri-industri lain seperti industri perhotelan, industri rumah makan, industri kerajinan berupa cinderamata, industri perjalanan dan sebagainya. 

Kemudian, persoalan pariwisata juga  sudah ada Instruksi Presiden Nomor  9 Tahun 199 dan bab II Pasal 5 yang berbunyi:'Pembangunan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pendapatan devisa  pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya".

Kini, persoalan Pantai Tiram tinggal keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan pemerintahan Sumatera Barat untuk mengundang para investor untuk berinvestasi dengan mempermudah segala bentuk perizinan dan tak ada lagi istilah tetek bengek tanah ulayat, yang ujung-ujungnya mempersulit investor.

Ada hal yang menarik dari ungkapan Esneti Spd MM Ketua Forum Peduli Olahraga dan Wisata yang berminat untuk mengairahkan olahraga air dengan dipadu dengan wisata. Bahkan, Esneti berkeinginan untuk menjadikan Waduk di pantai Tiram sebagai arena latihan tim dayung, cabang slalom, cano dan rating. Katanya, jika Pemkab Padang Pariaman mau bekerjasama, tim dayungnya akan berhome base di Pantai Tiram. Selanjutnya Esneti juga aan ikut berinvestasi berupa bebek air dan banana boat. 

Keberadaan Forum Peduli Olahraga dan Wisata tak hanya mengutamakan olahraga air menuju prestasi, tetapi juga LSM yang dipimpinnya akan melaukan berbagai pelatihan, seperti pelatihan pramuwisata. 

Sebagai penggiat olahraga air, Esneti pun sudah beberapa kali berkunjung ke Pantai Tiram. Tujuannya, selain untuk melihat keindahan pantai, juga mau menikmati kuliner serba ikan laut dengan berbagai macam gaya masakan, seperti ikan bakar dan gulai. 

Jika Pantai Tiram sudah disulap menjadi danau, kemungkinan PODSI Sumatera Barat akan memanfaatkan juga untuk menggelar berbagai ivent atau kejuaraan, seperti kejuaraan Perahu Naga, nasional, mapun internasional. Nama lombanya bisa saja menjadi pacu biduak.

Kemudian, 2018 ini Kabupaten Padang Pariaman dipercaya oleh KONI Sumatera Barat sebagai tuan rumah, Pekan Olahraga Propinsi yang secara otomatis memerlukan sarana tempat perlombaan olahraga air, termasuk sky air. 

Mumpung waktu pelaksanaan masih cukup lama lagi, tak ada salahnya juga Pemerintah Kabupaten Pariaman merangkul penguasaha atau menyiapkan anggaran di APBD untuk menyulap Pantai Tiram menjadi objek wisata dan pengembangan olahraga air. 

Masalah dananya atau anggarannya, bisa saja menggalang dana dari rantau dengan istilah badoncek Rang Paiama yang sudah sangat popler dalam menghimpun dana. Atau bisa saja memanfaatkan Menteri PU yang kebetulan rang sumando orang Minang. Kini persoalan tinggal sama bupati dan anggota dewan yang terhormat di Padang Pariaman. Bagaimana caranya tentu ndak mungkin pula, giru agama diajarkan mengaji.  Semoga (Penulis wartawan tabloid bijak)

Post a Comment