Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (JAKARTA)---Kepemimpinan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selama dua periode menjadi bukti keberhasilannya menjadi pemimpin yang didukung rakyat. Sudah banyak prestasi dan penghargaan berskala nasional yang telah direngkuhnya bagi Sumbar. Itu dibuktikan kembali dengan penghargaan pada Individual Achievers kategori Best Achiever In Regional Leader dalam ajang penghargaan Obsession Awards 2018.

"Adanya penghargaan Obsession Awards 2018 ini, yang mana saya terpilih dalam kategori Best Achiever In Regional Leader. Tentunya ini menjadi motivasi. Yang mana, penghargaan ini merupakan penilaian terhadap Kepala Daerah yang dinilai baik dalam memimpin organisasi pemerintahan daerah, baik itu di provinsi maupun di kabupaten/kota. Dan, dengan penghargaan ini patut bersyukur dan bangga,"ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayinto usai menerima penghargaan tersebut, Kamis (22/3) di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, kata Irwan tidak hanya penilaian dalam memipin organisasi pemerintah daerah. Namun, ini komponen lain dalam penilaian juga keberhasilannya dalam membangun daerah. Mana, keberhasilan itu dalam pengentasan kemiskinan. 

"Dari data yang diperoleh tim penilai Obsession Awards, jumlah masyarakat miskin di Sumbar terus mengalami penurunan sejak tahun pertama saya menjabat gubernur yakni tahun 2011. Bahkan, data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis penduduk miskin itu mengalami penurunan," katanya.

Bahkan, kata Irwan dari catatan BPS Sumbar mencatat penduduk miskin di provinsi itu berjumlah 364.513 jiwa pada Maret 2017 atau berkurang 11.997 orang dibandingkan periode September 2016.

Ditambahkan Irwan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi penurunan penduduk miskin di Sumbar antara lain selama periode Januari sampai Maret 2017 angka inflasi relatif rendah tercatat hanya 0,37 persen.

"Secara regional inflasi di perdesaan pada Maret 2017 hanya 0,41 persen sedangkan pada September 2016 mencapai 0,76 persen," ungkapnya.

Kemudian, neraca perdagangan Sumbar periode Januari sampai Maret 2017 surplus sebesar 493,8 juta dolar AS atau mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 272,79 dolar AS.

Tidak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka di Sumbar pada Februari 2017 juga mengalami penurunan dari 5,81 persen pada Februari 2016 menjadi 5,80 persen pada Februari 2017. Lalu, nilai tukar petani pada Maret 2017 juga lebih besar mencapai 98,19 dibandingkan September yang berada pada posisi 97,81. Bahkan, nilai tukar usaha petani Sumbar pada Maret 2017 mencapai 109,50 atau lebih besar dibandingkan September 2016 yang mencapai 108,2.

Disisi lain, Media Director Obsession Media Group, Sahrudi Rais menyebutkan, bahwa apresiasi Obsession Awards 2018 diberikan kepada mereka yang berprestasi sepanjang 2017, berdasarkan sejumlah kategori. Untuk penetapan pemenang masing-masing kategori dilakukan berdasarkan penjurian yang terdiri dari pimpinan redaksi Obsession Media Group bekerjasama dengan Indonesia Research and Survey (IReS) dan lembaga konsultan komunikasi & politik Citra Marketing Communications (Cmarcomm).

"Jadi, penghargaan ini merupakan konsistensi dalam menampilkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai latar dan dilandasi komitmen untuk terus memberikan apresiasi kepada mereka yang telah menebar inspirasi bagi khalayak luas," katanya.

Lebih lanjut kata Sahrudi terpilihnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebagai penerima Anugerah Obsession Awards 2018, kategori Best Achiever In Regional Leader dilatar belakangi dengan prestasi luar biasa yang diukir oleh Irwan di dua periode kepemimpinanya. Baik itu dari segi kinerja pemerintah maupun keberhasilan dalam pembangunan baik itu upaya dalam pengentasan kemiskinan di Sumbar. 

"Ada beberapa indikator penilaian yang dilakukan dewan juri. Sehingga, kita menetapkan Gubernur Sumbar sebagai penerima penghargaan Obsession Awards 2018 pada Individual Achievers kategori Best Achiever In Regional Leader, disamping indikator tersebut diatas, juga kita pastikan bahwa tokoh yang kita berikan anugerah tersebut tidak terlibat korupsi atau terindikasi korupsi" pungkasnya.

Post a Comment