Ads (728x90)

TEKS FOTO : Ketua Umum KONI Pesisir Selatan, Zul Akhyar menyerahkan hadiah pada Juara III Sirkuit Nasional Voli Pantai Seri II di Paintai Sago, Minggu 29 April 2018.

PADANGPOS (PAINAN)-Tim putri Ardera pasangan Yokebet Purari Eka S dan Desi Ratnasari, berhasil meraih juara pertama pada kejuaraan sirkuit nasional voli pantai Indonesia open seri II Painan yang digelar Minggu (29/4) di Stadion Mini Rangeh Gadang Sago Kebupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sedangkan untuk putra, juara pertama diraih pula oleh Ciamis Jawa Barat pasangan Egi dan Rudi.

Tim Ardera Pelatnas itu, berhasil menundukan tim Jawa Timur I pasangan Diva dan Tika dengan skor 2-0. Perolehan angka pada pertandingan ini 21-15, dan 21-12, dengan waktu pertandingan selama 27 menit.

Tim putra Ciamis Jawa Barat pasangan Egi dan Rudi, pada pertandingan yang digelar pada Minggu (29/4) itu, berhasil pula menundukan Tim Jawa Timur II, pasangan Bintang Akbar dan Yosi Ariel F dengan skor 1-2. 

Perolehan angka pada pertandingan yang berlangsung selama tiga set tersebut adalah 26-24, 15-21, dan 9-15 dengan waktu pertandingan selama 46 menit.

Atas prestasi itu, sehingga masing-masing juara 1 putra dan putri mendapatkan bunus sebesar Rp 15 juta. Sedangkan juara ke 2 masing-masing sebesar Rp 10 juta pula.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Erizon pada penutupan Sirnas voli pantai Indonesia open seri II menyampaikan, sebagai tuan rumah, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisi demi suksesnya acara.

"Sebab berkat dukungan dan kerja keras dari semua pihak, sehingga kejuaraan Sirnas voli pantai seri II yang dipercayakan kepada Pessel sebagai tuan rumah bisa berjalan dengan sukses," katanya.

Dijelaskanya bahwa berbagai kekurangan yang dialami selama kejuaraan tersebut, akan dijadikan sebagai bahwan evaluasi untuk diperbaiki di masa datang.

"Sebab pada tahun berikutnya, Pessel tetap berkeinginan untuk kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara," ujarnya.

Terkait saran yang disampaikan pengurus PVPSI pusat tentang penambahan sarana dan prasana berupa penambahan satu lapangan voli dan penerangan listrik di Stadion Mini Rangeh Gadang, daerah itu siap untuk melengkapinya.

"Karena kita berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik, serta juga ingin kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaran pada tahun berikutnya, sehingga berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai standar internasional akan kita lengkapi," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Mawardi Roska menyampaikan bahwa secara teknis, Tadion Mini Rangeh Gadang Sago di Kecamatan IV Jurai dinilai memenuhi standar sebagai penyelenggaran untuk tingkat internasional.

" Bahkan untuk kejuaraan voli pantai tingkat Asia Fasifik, sarana yang ada tinggal lagi melakukan penambahan lapangan dari tiga menjadi lima, agar memiliki lapangan untuk pemanasan. Dan itu tidak menjadi kendala, sebab lokasi yang tersedia sangat memadai," ungkapnya.

Walau demikian, ada persoalan non teknis yang mengganjal dan perlu dilakukan kajian lebih dalam.

" Persoalan non teknis itu adalah pengenai busana atau pakaian atlit. Karena yang bertanding dari berbagai negara di belahan dunia, sehingga para atlit akan memakai pakaian minim. Itu merupakan ketentuan yang harus diterapkan bila daerah ini disetujui sebagai tuan rumah kejuaraan internasional voli pantai," ujarnya.

Ditambahkan lahi bahwa pada Sirnas voli pantai Indonesia open seri II Painan tersebut, total hadiah yang disediakan sebesar Rp 95 juta, yang dibebankan kepada APBD Pessel tahun 2018.

" Untuk tim putri, juara 3 diraih oleh PPLM Indonesia I, sehingga tim ini berhak mendapatkan bonus Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk tim putra, juara 3 diraih pula oleh Genevo DIY Jawa Tengah," tuturnya.

Sementara, Ketua Umum KONI Pesisir Selatan, Zul Akhyar menyakpaikan, kejuaraan nasional voli pantai nasional itu merupakan motivasi bagi atlet voli darerah.

Sebab, selama pertandingan, para tim telah menunjukan totalitas bermain dan semangat juara yang tinggi. Tak cukup sampai di situ, semua tim pun memperlihatkan semangat sportivitas yang tinggi.

"Ini patut kita acungkan jempol. Kalah dan menang dalam sebuah pertandingan itu soal biasa," ujarnya.

Lebih dari itu, KONI, menurutnya akan terus mendorong terciptanya berbagai kejuaraan di daerah ini. Tak hanya berskala lokal dan nasional, tapi juga internasional.

"Jadi, sasarannya bukan saja pencarian bibit-bibit olahraga daerah semata. Akan tetapi KONI Pessel juga turut promosi destinasi wisata daerah melalui olahrag," tutup dia. (teddy setiawan)

Post a Comment