Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Tantangan bagi aparat keamanan, baik TNI, maupun Polri serta pemerintah daerah untuk mengamankan dan mensukseskan proses Pilkada yang aman damai, serta demokratis di Sumatera Barat semakin berat. 

Demikian antara lain penegasan  Kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi, Drs. Fakhrizal, M.Hum saat bertindak sebagai inspektur upacara apel rutin gabungan, TNI, Polri dan ASN, yang dilaksanakan  di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Selasa, 17 April 2018.

Sementara komandan upacara dipimpin Danyonif  133/Ys, Letkol Inf, Endik Hendrasandi, S.Sos, M.I.Pol. Upacara berlangsung khidmat dan sukses. Upacara diikuti anggota TINI Korem 032 Wirabraja, Batalyon  Infantri 133 Yudha Sakti, Balak Aju Jajaran Korem 032/Wbr, Lantamal II Padang, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Polres Padang, PNS TNI Dan Polri se-Kota Padang serta Pemda Kota Padang sebanyak 1000 orang.  

Upacara gabungan TNI, POLRI dan Pemerintah Daerah tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan netralitas dalam Pilkada Wilayah Sumatera Barat, 2018.

Sebagai infektur upacara, Kapolda Sumatera Barat Fakhrizal menyampaikan,  upacara yang di laksanakan ini janganlah dianggap sebagai kegiatan rutin, namun harus dimaknai sebagai momentum melatih diri dalam tanggung jawab, memupuk jiwa patriotik, menanamkan kembali nilai-nilai dan semangat nasionalisme kepada setiap anggota TNI, Polri dan Pemerintah Daerah. "Hal ini juga penting membangun karakter dan jati diri serta memberikan informasi dan peningkatan semangat pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara," tegasnya.

Menurut kapolda, tantangan tugas yang dihadapi kedepan semakin berat dan bermacam permasalahan yang ada pada berbagai lapisan masyarakat yang kemudian mengalir dan muncul menjadi gangguan keamanan dalam bentuk karakteristik yang juga beragam.

"Persoalan tersebut, akan menimbulkan konsekuensi tugas dan tanggugjawab bagi kita untuk terus melakukan kerja sama dan kemitraan yang sinergis antara TNI, POLRI dan pemerintah daerah, dengan masyarakat serta seluruh elemen terkait agar potensi dan gangguan keamanan yang ada dapat ditangani secara komperensif, tuntas dan tidak berkembang secara luas," kata Kapolda Sumbar.

Kemudian Kapolda Sumbar juga  menyampaikan terkait dengan kesiapan aparat keamanan untuk menghadapi pilkada serentak 2018 dan agenda nasional pemilu 2019. "Perlu saya ingatkan bahwa pentahapan kegiatan sedang berlansung, sehubungan dengan hal tersebut maka perkembangan dan dinamika politik diprediksi akan semakin meningkat dan syarat dengan kepentingan, sehingga berpotensi menimbulkan benturan konflik dan perbedaan pendapat antar kelompok masa yang dapat mengganggu pelaksanaan pesta demokrasi," ujar Fakhrizal.

Menyikapi permasalan tersebut, kata kapolda, khususnya TNI, Polri dan semua masyarakat agar tetap berpegang teguh dan berpedoman prinsip netralitas dan tidak memihak dalam penyelenggaraan pilkada dan juga harus mampu menentukan langkah-langkah yang proaktif,  sehingga potensi konflik yang ada dapat siantisipasi sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata.

"Disamping itu, potensi ancaman lainya juga memerlukan perhatian yang serius dari kita semua seperti aksi terorisme, radikalisme serta penyebaran berita hoax. Oleh sebab itu saya harapkan kepada kita semua agar lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan melakukan kegiatan pre-entif dan pre-ventif sehingga dapat memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat," ujar Fakhrizal.

Fakhrizal juga menjelaskan ada beberapa penekanan, pertama, tingkatkan imam dan taqwa. Kedua, tumbuhan prilaku hidup disiplin dan rasa cinta tanah air serta rasa nasionalisme TNI, POLRI dan pemerintah daerah, ketiga, pehami tugas peran dan fungsi masing-masing untuk meningkatkan sinergitas TNI, POLRI dan pemda. 

Keempat, jaga kekompakan dan solidaritas TNI, POLRI dan Pemerintah Daerah (PEMDA) agar terciptanya stabilitas keamanan. Kelima, tetap jaga netralitas TNI, POLRI dan dalam pilkada 2018 dan tahapan pemilu 2019.

Fakhrizal menambahkan pengamanan untuk pemilu kada untuk Sumatera Barat ada 4 kota m Madya, yaitu Sawahlunto, Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang sampai saat ini situasi sangat kondusif dan tidak ada permasalahan.

Hal senada juga disampaikan Danrem, Mirza Agus. Katanya, masalah pilkada serengak dan pilpres 2019 sudah 2 bulan ini telah menyiapkan 800 personel se-Korem, di BKO ke Polda atau masing-masing Polres.

Lanjut Mirza Agus, ditegaskan oleh kapolda bahwa kondisi aman, relatif kondusif, dan kegiatan pengamanan mengikuti proses pilkada, dan juga dari polda dan BKO sudah berjalan dengan baik dilapangan dalam rangka upaya menjaga dan meningkatkan terus sinergitas dan tetap menjaga netralitas TNI, POLRI pada pilkada serentak maupun pilpres 2019. (fardianto)

Post a Comment