Ads (728x90)

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Khalawi

PADANGPOS (PAINAN)-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta pengembang untuk membangun rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Pesisir Selatan (Pessel).

Direktur Jenderal Perumahan Rakyat, Khalawi menyampaikan uapaya itu guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

"Ini kami minta pada Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengemhang Perumahan Seluruh Indonesia (Apresi)," ujarnya baru-baru ini di Painan. 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memacu program satu juta rumah bagi masyarakat kurang mampu secara nasional.

Sedangkan untuk Kabupaten Pesisir Selatan, lanjut dia, tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan Rp44 miliar APBN untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat Pessel.

Alokasi dana tersebut digunakan untuk membangun rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) kecil dan perumahan nelayan.

"Karena, penyediaan rumah untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah itu merupakan salah satu amanah dari Undang-undang (UU),"

Menurut mantan Kepala Dinas PU-Pera Pessel itu, warga kurang mampu yang belum memiliki rumah boleh meminta pada pemerintah.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia, Jhony Azhar, menyampaikan tahun ini pihaknya tidak mengembangkan rumah untuk MBR.

Harga jual rumah subsidi tersebut sudah tidak seimbang lagi dengan biaya pembangunan. Sebab, harga jualnya telah diatur pemerintah hanya sebesar Rp120 juta.

Akibatnya, keuntungan yang didapat pengembang tidak sesuai lagi dengan modal yang dikucurkan. Apalagi, saat ini harga tanah dan sejumlah bahan bangunan mulai melambung.

"Kalau dulu ada sekitar 275 unit di Sago. Itu pun sekarang belum laku terjual semua. Orang takut tsunami. Kan, lokasinya di pinggir pantai," ucapnya. (teddy setiawan)

Post a Comment