Ads (728x90)

TABLOID BIJAK (Mentawai)--Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama Deputi Infrastruktur Kemenkomaritim, Ridwan Djamaluddin, meninjau kondisi KEK, di Peipei, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis, 19 April 2018.

"Kami dari Menkomaritim datang bersama beberapa kementerian yang terkait dalam rangka menindaklanjuti kunjungan presiden agar pembangunan di Sumatera Barat di percepat," ujar Ridwan Djamaluddin.

Menurut Ridwan Djamaluddin, sebelumnya bulan Februari dirinya lalu pernah ke Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan sekarang merupakan kunjungan kedua. "Kunjungan ke Mentawai, karena Mentawai mau dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pariwisata," katanya.

Kemudan, kata Ridwan Djamaluddin, potensi lau Mentawai sangat strategis dan bisa dikatakan modal awal dan bisa dijadikan tempat berselancar terbaik di dunia, hanya memang kesininya masih tidak mudah, fasilitas masih harus dilengkapi, jadi upaya-upaya seperti menambah memperbaiki pelabuhan, membangun bandara yang baik, membangun jalan, kemudian pembangunan resot hotel, penginapan dan lainya, dan itu yang sedang kita koordinasikan.

Disamping itu juga ada kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat masyarakatnya. Jadi, cita-citanya jangan sampai industri pariwisatanya bagus, meningkat, tapi masyarakatnya tidak ikut menikmati.

Ridwan Djamaluddin juga menyampaikan salah satu juga yang dikunjungi hari ini adalah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sikakap, yang merupakan salah satu terbaik dari 20 SKPT se-Indonesia.

Harapan nantinya industri perikanan meningkat, dan nelayan-nelayan masyarakat mendapat manfaat sebesar-besarnya. "Setelah ini kita akan laporkan kepada para menteri akan dibuat daftar prioritas apa saja yang akan kita bangunkan dan kita juga mengusulkan agar nanti ada rapat koordinasi tingkat menteri," ujar Ridwan Djamaluddin.

"Mentawai secara umum Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan kita kembangkan, dan diluar itu infrastruktur dan kita sudah membuat daftar beberapa yang prioritas, usulan bandara, jalan trans mentawai dan pelabuhan, dan juga kapal supaya penyebranganya lebih baik," ujar Ridwan Djamaluddin sembari menambahkan alokasi anggaran 2019, ada beberapa sudah terencana seperti di PUPR, KKP bisa kita ceritakan kalau yang SKPT nya sudah bagus, dan tadi kita bicara dengan perhubungan sudah kita usulkan juga seperti pelabuhan bajau dan mabukku dan 2 itu nantinya yang akan kita prioritaskan.

Selain itu, Nasrul Abit menyampaikan dirinya sudah berdialog dan bahkan antara pemprof sudah menjalin kerjasama dengan bupati dan masyarakat sudah, jadi KEK ini adalah untuk kemasyarakatan. "Kita nanti akan bawa KEK ini maju dan bukan hanya untuk infestor tapi adalah untuk masyarakat setempat.

Kemudian, kata Nasrul ABit, dalam waktu dekat ada beberapa termasuk pulau si Nyau-nyau diberikan  berikan bantuan sektor perikanan agar masyarakat mentawai, karena disini potensi melaut, bagaimana mereka juga melaut jadi laut ini jangan diambil orang lain. (fardianto)

Post a Comment