Ads (728x90)

Akibat hujan lebat pada Sabtu 26 Mei 2018 dan Minggu 27, kawasan Jalan Kamang, belakang Kantor Bupati Pessir Selatan terendam banjir

PADANG POS (PAINAN)-Masyarakat Kota Painan mengeluhkan buruknya sistem drainase. Sebab, sejumlah titik di kawasan padat penduduk sangat rentan banjir.

Anton (36), salah seorang warga Jalan Kamang menyebutkan, lokasi yang berada di belakang Kantor Bupati itu selalu banjir. 

Persoalannya drainase yang ada tidak bekerja secara maksimal. Akibatnya, jika terjadi hujan, dapat dipastikan rumah warga tergenang air.

"Bahkan, sejak dibangun puluhan tahun lalu, tidak pernah diperbaiki pemerintah daerah," ungkapnya di Painan, Minggu (27/5). 

Seperti diketahui, sejak Sabtu 26 Mei 2018 sampai Minggu 27 Mei 2018, intensitas hujan di Kota Painan terlihat cukup tinggi. 

Akibatnya, di sejumlah ruas jalan dan pemukiman masyarakat terjadi banjir. Selain drainase yang tidak berfungsi, lanjut dia, juga dikarenakan banyaknya bangunan yang menutupi saluran air.

Tak hanya anton, kondisi serupa juga dikeluhkan sebagian warga dibsekitar Rawang. Menurut warga setempat, Roni (43), kawasan tersebut telah menjadi langganan banjir.

Kondisi itu, menurutnya, sangat meresahkan warga sekitar. Apalagi, jika banjir terjadi pada malam hari, sehingga mengganggun istirahat warga.

"Ini tentunya harua menjadi perhatian serius dari seluruh pengampu kebijakan di daerah ini. Masa iya drainase di pusat kota tidak berfungsi," ujarnya. 

Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan potensi cuaca ekstrem memang bakal melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Salah satunya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Potensi cuaca seperti itu disinyalir dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono R. Prabowo, mengungkapkan, hal tersebut dipicu adanya pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perairan barat Sumatera.

Kemudian, adanya sirkulasi di Selat Karimata serta indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah. 

Kondisi dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan di wilayah Indonesia.

"Nah, kondisi seperti itu berkontribusi terhadap pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," kata Prabowo dalam situs resmi BMKG.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Herman Budiarto membernarkan adanya intensitas hujan yang cukup tinggi.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG Minangkabau, untuk Pessel, intensitas hujan sedang hingga lebat bakal terjadi di Kecamatan IV Juarai dan Batangkapas.

"Bahkan juga bisa memicu terjadinya petir, kilat dan angin kencang. Kondisi seperti itu juga terjadi di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumbar," terang dia.

Untuk itu, ia mengimbau pada warga yang ada Kecamatan IV Jurai dan Batangkapas untuk tetap waspada dalam beraktifitas di luar rumah.

"Ini utamanya tentu bagi para nelayan kita, agar lebih meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, cuaca agak sedikit ekstrem," tutupnya. (teddy setiawan)

Post a Comment