Ads (728x90)

TABLOID BIJAK (Padang)--Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno beserta Ibu Nevi Zuairina mendampingi Wakil Presiden RI beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, ketika menghadiri pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan-Riset Kebencanaan Tahun 2018, di Universitas Andalas Padang (UNAND), Rabu, 2 Mei 2018.

"Bagaimana kita bisa mengatasi, agar korban bercana dapat kita perkecil atau kita hindari," kata Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. 

Menurut Jusuf Kalla, ada bencana yang tidak bisa dihindari, seperti gempa bumi dan stunami. "Bencana dapat kita rumuskan dalam dua hal, bencana akan alam dan bencana karena ulah manusia yang bisa juga menyebabkan bencana alam atau bencana sosial," ujar wapres. 

Kemudian, kata Jusuf Kalla, dalam sejarah Indonesia modern, dirinya juga mengalmi dan bahkan ikut serta dalam bagaimana penyelesaian 3 bencana besar, seperti tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 lalu, serta gempa di Jawa Tengah, di Jogja pada tanggal 27 Mei 2006, dan gempa di Sumatera Barat, september 2009 lalu. "Kalau bencana stunami yang meninggal lebih dari 200 ribu di Aceh, di Jogja paling banyak 6 ribu, di Sumatera Barat Padang 1.117 orang," katanya lagi .

Jusuf Kalla juga menyampaikan bencana itu sebenarnya sulit diprediksi tapi dapat diperkirakan."Kita tau bencana itu akan selalu datang, apakah gempa bumi, banjir lonsor dan lainya," ujarny. 

Sebenarnya, kata Jusuf Kalla, gempa tidak mematikan, yang mematikan bangunan, bangunan yang runtuh menyebabkan kematian.

Selain itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, mudah-mudahan menjadi suatu bagian yang penting dan manfaat untuk Sumatera Barat.

Sementara Febrin Anas Ismail menyampaikan tujuannya adalah menghimpun para ahli kebencanaan untuk memberikan kontribusi pemikiran, berbagi pengalaman dalam mengembangkan ilmu dan teknologi melalui pendidikan riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana yang hasilnya kelak akan bermanfaat untuk meningkatkan kemauan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Selanjutnya, tema Pertemuan Ilmiah Tahunan-Riset Kebencanaan Tahun 2018 adalah manajemen bencana untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih lanjutnya, kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan Ilmiah yang ke 5 ini, kegiatan perlombaan yang telah dilaksanakan bulan April-Mei, karya tulis tingkat mahasiswa ada 89 makalah yang masuk, rumah aman gempa ada 10 finalis, lomba ikan larangan ada 15 peserta, peresmian taman edukasi bencana yaitu taman terbuka yang berfungsi sebagai tempat bermain dan sekaligus tentang edukasi kebencanaan. (fardianto)

Post a Comment