Ads (728x90)

PADANG POS (PAINAN)-Kementerian Perhubungan bakal mengalokasikan Rp59 miliar Anggaran Pendapatan san Belanja Negara (APBN) 2019 untuk pengembangan Pelabuhan Panasahan.

Bupati Hendrajoni mengungkapkan, alokasi dana itu nantinya digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas pelabuhan seperti penambahan dermaga.

Pembangunan kawasan pegudangan dan penimbunan kawasan pelabuhan. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melakukan pengerukkan kolam pelabuhan.

"Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan pengadaan lahan si sekitar pelabuhan. Karena itu tanggungjawab kita," ungkap bupati di Painan, Senin (29/5) 

Selain pengadaan lahan, pemerintah kabupaten kini juga tengah melakukan revisi terhadap Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan (RIPP).

Kemudian, revisi detail enginering design (DED) kawasan pelabuhan. Sebab, pihak kementerian menilai RIPP dan DED Pelabuhan Panasahan telah kadaluarsa.

Untuk revisi RIPP dan DED, lanjut bupati, pemerintah daerah bakal mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2 miliar.

"Sudah. Sudah kita anggarkan itu. Kita berharap tahun ini rampung revisinya, sehingga di 2019 alokasi yang Rp59 miliar itu bisa segera terelisasi," ujar bupati.

Adanya alokasi dana pengembangan kawasan pelabuhan, Pelabuhan Panasahan bisa segera dijadikan sebagai pelabuhan untuk crude palm oil (CPO).

Apalagi, Pelabuhan Panasahan telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai pelabuhan pengumpan Teluk Bayur dalam program tol laut Presiden Joko Widodo.

Bahkan, ulas bupati, Pelindo II telah melakukan penjajakkan pada Panasahan untuk dijadikan sebagai pelabuhan penunjang Teluk Bayur.

"Itu untuk bagian Selatan. Untuk bagian Utara, Pelindo II juga melirik Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat," tutur bupati.

Menurutnya, pengembangan kawasan pelabuhan secara otomatis dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. 

Sebab, jika panasahan telah menjadi pelabuhan CPO, secara otomatis bakal menambah kegiatan perekonomian di daerah ini. 

"Kemudian, jalan yang ada di daerah kita menjadi lebih awet, pengangkutan CPO telah melalui jalur laut," sebutnya.

Saat ini, pelabuhan yang dibangun di lahan seluas 4 hektare itu memiliki dua dermaga, dengan kedalaman kolam dermaga pada pasang surut hingga 7 DWT dan pasang naik 12 DWT. (teddy setiawan)

Post a Comment