Ads (728x90)

PADANG POS (PAINAN)-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengakui hingga kini belum satu pun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Puskesmas di daerah itu yang berfungsi. Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa mengungkapkan, saat ini, dari 20 unit Puskesmas yang ada, hanya enam yang telah memiliki IPAL. "Itu pun belum berfungsi. Sedangkan yang Puskesmas lainnya memang belum memiliki sama sekali," ungkap dia pada Padangpos.com di Painan, Senin (21/5).

Guna menghindari pencemaran lingkungan, setiap Puskesmas diwajibkan memiliki Ipal. Karena hal tersebut telah tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air, IPAL. Artinya, IPAL merupakan syarat wajib bagi industri maupun instansi layanan publik seperti Puskesmas yang menghasilkan limbah cair.

Saat ini, jelas dia, Puskesmas yang telah memikiki IPAL antaralain Puskesmas Koto XI Tarusan, Puskesmas Bayang, Puskesmas Kambang dan Puskesmas Linggo Saribanganti. "Saya belum tau, kenapa IPAL mereka belum berfungsi. Saya tidak tau juga apa kendalanya," ujar dia.

Kendati demikian, ia berjanji bakal melakukan pengecekkan terhadap seluruh Puskesmas terkait keberadaan IPAL.Salah satu kendala tidak adanya IPAL terkait dengan biaya pengadaannya. Saat ini, menurut dia, untuk satu unit IPAL dibutuhkan sedikitnya Rp600 juta.

Sementara, Puskesmas memiliki keterbatasan biaya. "Nanti saya akan cek ulang apa persoalannya dan meminta bagi yang sudah segera memungsikannya," tuturnya. Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan, untuk limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), setiap Puskesmas telah bekerjasama dengan RSUD M. Zein.

"Itu nanti semua limbah seperti jarum suntik, sarung tangan, gunting dan pisau bekas operasi akan dibakar di sana," tutupnya. (teddy setiawan)

Post a Comment