Ads (728x90)

Kabag Kesbangpol Pesisir Selatan, Rinaldi (pakai baju coklat) foto bersama usai sosialisasi anti narkoba di sejumlah sekolah beberapa waktu lalu

PADANG POS (PAINAN)-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menegaskan, agar seluruh Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di daerah itu agar segera mendaftarkan diri.

Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinaldi, mengungkapkan, hingga triwulan I 2018 ini hanya sebanyak 32 Ormas saja yang telah mendaftar pada pihaknya.

"Jadi, ini tentu butuh kesadaran dari para pengurusnya. Karena itu salah satu kewajiban mereka," ungkapnya pada Padangpos.com di Painan, Rabu (9/5).

Berdasarkan perkiraan Kesbangpol Pesisir Selatan, saat ini lebih dari 100 Ormas yang bergerak di negeri berjuluk 'sejuta pesona itu.'

Namun, kesadaran untuk mendaftat diri sangat rendah. Sementara, ia mengaku pihaknya sering menyosialisasikan atau imbauan langsung pada pengurusnya, agar segera mendaftarkan diri.

Apalagi, kewajiban bagi Ormas untuk mendaftarkan diri pada Kesbangpol merupakan salah satu amanah dari Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia.

Sebab, hal itu diatur dalam PP nomor 58 tahun 2016. PP tersebut adalah pelaksanaan Undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat.

"Itu dalam pasal 8 dan 9 sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Julak dan Juknis) UU tentang Ormas," tutur dia.

Untuk itu ia mengimbau pada masyarakat, agar berhati-hati jika ingin menjadi anggota salah satu Ormas atau organisasi apa pum di daerah ini.

Masyarakat harus mempertanyakan soal statusnya di daerah ini. Jika tidak, dikhawatirkan Ormas atau organisasi itu merupakan salah satu modus atau kedok untuk melakukan penipuan.

Selain itu, guna meminimalisir muncul gejolak sosial akibat sebuah organisasi seperti Swisindo. "Yang dirugikan, masyarakat sendiri, kan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan, pemerintah daerah tidak akan segan-segan membubarkan Ormas yang tidak terdaftar di Pessel. (teddg setiawan)

Post a Comment