Ads (728x90)

Rizky (pakai baju batik), Karyawan BPJS Kesehatan Painan tanpa rasa bersalah tetap membenarkan apa yang telah diperbuatnya.

PADANG POS (PAINAN)-Seorang warga Nagari Batu Hampa, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan menangis saat melakukan pengurusan kartu jaminan sehat bagi warga kurang mampu untuk orangtuanya, di BPJS Kesehatan Pessel Cabang Painan.

Saat kejadian ini berlangsung sontak membuat suasana kantor BPJS jadi mencengangkan. Sebab, Rici (25) sangat berharap kartu jaminan kesehatan tersebut keluar untuk pengobatan ayahnya yang sedang menjalani perawatan di M. Djamil Padang karena sakit jantung.

"Padahal saat itu saya sudah memperlihatkan persyaratan BPJS seperti surat miskin keterangan dari wali nagari dan rekomendasi dari Dinas Sosial untuk mendapatkan kartu BPJS. Tapi diolok-olok dengan kata-kata, lai sabana bansaik (apa benar miskin)," sebut Rici di kantor BPJS Painan, Rabu sore (9/5).

Rici menjelaskan, kejadian tersebut terjadi saat salah seorang karyawan BPJS Kesehatan bernama Rizky (24) melihat surat-surat yang diajukan. 

Namun saat berkas tersebut diperiksa ternyata Rici anak seorang dari wartawan yang tengah terbaring di rumah sakit.

"Dia langsung mengatakan Maso iyo wartawan miskin (masa iya wartawan miskin) dan tanpa memberikan kejelasan tentang pengurusan BPJS," jelasnya.

Tak puas sampai di situ saja, Rizky (24) petugas BPJS itu pun melanjutkan pelecehannya. Menurutnya, kategori warga miskin itu adalah tidak makan, tidak memiliki rumah dan tidur di atas tanah.

Kendati demikian, demi kesembuhan ayahnya, Rici ketika itu terus berupaya meyakinkan pihak BPJS Kesehatan itu. Namun, Rizky tetap tidam menggubris dan sambil terus memaki.

"Saya sudah meyakinkan bahwa saya memang tergolong kurang mampu. Lalu dia menjawab, orang miskin itu tidak memiliki rumah dan tidak makan, itu baru namanya orang miskin. Tentu itu sangat membuat saya sedih, padahal kami mengurus BPJS kurang mampu ini benar tidak ada biaya," ulasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kepala BPJS Painan, Santi, menyatakan minta maaf atas sikap bawahannya yang telah tidak melayani masyarakat dengan baik. 

"Saya minta maaf dengan perkataan yang telah membuat rekan-rekan media merasa tersinggung dan juga kepada pihak keluarga Rici. Saya mintak maaf atas layanan yang tidak baik yang dilakukan oleh karyawan saya," jawab Santi dengan singkat.

Menurutnya, dari data yang terdata pihaknya keluarga Rici atas keluarga Asril telah terdaftar di BPJS Mandiri, dan sedang dalam tunggakan. Dan jika BPJSnya dipindahkan, yang bersangkutan harus mengaktifkan kartu BPJS dan membayar denda.

"Setelah dibayar kartu bisa aktif dalam jangka waktu 14 hari. Sebab, sudah diatur oleh sistem dan kartu kembali di aktifkan," tutupnya. (teddy setiawan)

Post a Comment