Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)--Presiden RI Joko Widodo, meresmikan penggunaan jalur kereta api dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman ke Stasiun Simpang Aru, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin, 21 Mei 2018.

"Ini kebanggaan bagi kami karena sudah 12 tahun lamanya kami menanti hadirnya KA Bandara, baru hari ini di zaman kepemimpinan pak Jokowi ini bisa diresmikan, dan kami sampaikan terimakasih," ujar Irwan Prayitno.

Menurut Irwan Prayitno, kalau tahun lalu Bypass yang menghubungkan bandara dan Teluk Bayur, sudah diresmikan."Mimpi kita saat ini jalan tol Padang-PKU juga sudah ground breaking," katanya.

Kemudin, kata Irwan Prayitno, kalau boleh minta, KA sudah ada revitalisasi yang telah ada jalur kereta dari kota dan kabupaten. ada program kemenhub untuk sambungkan ke riau, kajian dan trase serta upaya pembebasan lahan sudah berjalan. 

Irwan Prayitno juga menyampaikan ucapan terima kasih, kepada Presiden yang meresmikan bangunan Pondok Presantren Prof. Hamka;"Mudah-mudahan bantuan ini memberikan dukungan bagi buya-buya hamka muda yang akan muncul," ujarnya.

Kemudian Presiden Joko Widodo menyampaikan KA Bandara seperti ini baru ada di Medan, Jakarta, dan sekarang ada di Sumatera Barat yaitu di Padang.

"Kalau saya bandingkan, KA Bandara di Jakarta, dulu kalau dari kota ke Soekarno Hatta bisa makan waktu 1 jam, 2 jam, bahkan sampai 3 jam, tergantung macet atau tidaknya, tapi banyak macetnya di Jakarta, kenapa dibangun KA Bandara dari Jakarta ke Soekarno Hatta, karena kami ingin kurangi sebanyak-banyaknya penggunaan mobil pribadi di jalanan," ujar Jokowi.

Biasakan orang pakai trasnportasi massal, baik KA, busway, MRT nanti dan LRT. Tanpa itu, di kota manapun di seluruh dunia pasti akan macet, karena orang cenderung pakai mobil pribadi. Di Sumbar, khususnya di Padang dan Padang Pariaman;"Kita ingin hal yang sama. Dari bandara BIM menuju kota masy tidak pakai mobil pribadi namun transportasi massal yakni KA BIM," ujarnya.

Kalau dibandingkan dengan Jakarta, tiket di sini murah sekali. Karena Jakarta oleh swasta, dan di Sumatera Barat APBN yang diperintahkan 3 tahun lalu;"Alhamdulillah hari ini selesai," ujar Jokowi, sembari menambahkan, tadi saya cek langsung tiketnya 10 ribu dan yang saya bayar 10 ribu, artinya sangat murah sekali. Kalau bapak ibu naik mobil dari kota ke bandara 50 menit-sejam, habis bensin berapa kalau naik kereta hanya 10 ribu saja.

Kemudian, bahwa BIM ini juga terminalnya dalam proses segera diperluas dari yang sebelumnya, sekarang kapasitas 2,7 juta penumpang pertahun, tahun depan Insya Allah akhir 2019 bisa menampung 5,7 juta penumpang per tahun.

"Tadi saya tanyakan langsung ke Dirut Angkasa Pura, kapan selesai? jawabnya, insya Allah 2019 artinya sama dengan apa yang kita rencanakan, sehingga BIM ini betul-betul menjadi bandara besar dengan kapasitas 5,7 juta penumpang," ujar Jokowi.(fardi)

Post a Comment