Ads (728x90)

Teks foto : Ketua KPU Kabupaten Pesisir Selatan, Epaldi Bahar

PADANG POS (PAINAN)-Sebanyak 17 ribu lebih calon pemilih di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pessel, Epaldi Bahar, mengungkapkan, hal itu dikarenakan calon pemilih tersebut belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-e).

"Secara persentase, jumlahnya bisa mencapai 4,5 persen dari total pemilih di Pessel yang sebanyak 382.607 jiwa," ungkap dia di Painan, Senin (16).

Peraturan (P-KPU) nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang mengatur soal hak pemilih

Pada pasal 4 ayat 2 huruf D P-KPU tersebut disampaikan, pemilih harus berdomisili di wilayah administratifnya yang dibuktikan dengan KTP-el. 

Berdasarkan catatan KPU, lanjut Epal, dari 15 kecamatam yang ada, angka pemilih tertinggi yang tidak memiliki KTP-el adalah Sutera, dengan 2.229 pemilih.

Kemudian Kecamatan Koto XI Tarusan sebanyak 2.083 pemilih dan diikuti Kecamatan Ranah Pesisir yang mencapai 1.802 pemilih.

"Ini berdasarkan angka sementara dari daftar pemilih sementara yang kami temukan. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan," tutur dia.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya bakal memberikan rekomendasi pada pemerintah daerah, utamanya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terkait permasalahan itu.

Rekomendasi itu, ulas dia, agar dinas terkait dapat memfasilitasi seluruh pemilih yang telah terdaftar segera mendapatkan KTP-el.

Dengan demikian, masyarakat menjadi tidak kehilangan hal pilihnya dalam pesta demokrasi akbar di Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.

"Kami juga sudah bahas ini dalam rapat pleno yang dihadiri para petinggi partai politik di Pessel. Unsur pemerintah daerah, Bawaslu Kabupaten dan seluruh Panwascam," tutup dia. (teddy setiawan).

Post a Comment