Ads (728x90)

JUJUR, saya termasuk yang beruntung bisa berteman dan bersenda gurau dengan beberapa wartawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan (IKW). Bahkan, saya juga bangga dan senang karena bisa bepergian bersama rombongan teman-teman anggota IKW, ke Kota Payakumbuh dan sekaligus bertatap muka dan bercengkrama dengan Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, Maret 2018 lalu

Yang hebatnya lagi, kehadiran saya  dalam rombongan wisata IKW tersebut, sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Barat. Ikut juga Wakil Bendahara SMSI Sumbar, Surya yang juga pempinan Umum, Sumbardetik.com.

Khusus Taf Chaniago, begitu panggilan akrab bagian humas Pemko Padang ini, tak hanya dikenal sebagai Pembina di IKW, tapi putra Pauh Kota Padang ini, juga Pemimpin Redaksi portal berita Impiannews.com. Kemudian, Taf Chaniago dipercaya sebagai bendahara SMSI Sumbar.   

Secara fakta, kini muncul berbagam macam nama tempat wartawan bersilaturrahmi, berkomunikasi dan berhimpun. Namanya pun beragam. Tapi, dari sekain banyaknya wadah tempat para wartawan berkumpul dan berkomunikasi, peguyuban Ikatan Keluarga Wartawan yang dinahkodai Adel panggilan akrabnya, punya cerita dan gebrakan nyata dalam kegiatan sosialnya sesama anggota. 

Diantara kinerja anggota IKW yang patut dipuji tersebut, masalah sosial. Maksudnya, begitu ada anggota IKW sakit, meninggal dunia, maka secara spontan para anggota IKW akan berbondong-bondong memperlihatkan bentuk solidaritasnya. Kini anggota IKW, katanya  telah berjumlah 56 orang

Kemudian kinerja IKW yang patut dipuji juga, mereka mengadakan kelompok arisan dengan penggalangan dana sosial, yang kalau ndak salah Rp 20.000 per-anggota. Selanjutnya, dana yang dihimpun tersebut akan diberikan kembali kepada anggota dengan cara undian atau cabut lot. Bagi yang beruntung, bisalah dana tersebut dipergunakan untuk membantu biaya dapur.

Kegiatan positif IKW lainnya, setiap ada persoalan, seperti ada teman wartawan sakit dan meningal dunia, maka secara spontan para anggota IKW akan mengalang dana kembali dengan cara bantuan spontan atau badoncek istilah teman-teman dari Pariaman. 

Rasanya, tak berlebihan pula jika cara IKW ini dalam menggalang rasa persatuan dan solidaritas sesama wartawan menjadi acuan bagi wartawan yang tergabung diorganisasinya masing-masing. Kenapa? Karena bagaimanapun jua, cara IKW ini, bisalah dikatakan the best saat ini, karena mereka menggalang rasa persatuan dan kesatuan tanpa menjalankan profosal atau ngemis ke berbagai dinas dan instansi, serta meminta-minta  kepada para penguasaha dan penguasa. Bravo IKW. (penulis wartawan tabloidbijak.com dan padangpos.com) 


Post a Comment