Ads (728x90)

JUJUR, saya memang tidak penguasa dan pengusaha. Yang saya punya rasa prikemanusian dan solidaritas. Saya pun tak tahu, entah kenapa ada anak atau sanak familinya, yang begitu tega "mencampakan" laki-laki tua ini dibiarkan terbaring terlantar di kawasan GOR Haji Agussalim tepatnya di areal parkir di depan kolam renang Teratai.

Saya pun kaget begitu meilhat fotonya yang sengaja diambil Fratello Andalas. Katanya, bapak tua itu lagi terbaring lelap dan untung ada kelampu, sehingga tak menjadi santapan nyamuk. Kondisi bapak tua ini, tak bergerak lagi, mungkin lagi tertidur atau? entahlah.

Dari beberapa cerita kata Fratello, dirinya hanya mendapat informasi sekilas. Menurut informasi, kata Fratello,  bapak tua ini dibiarkan terlantar, karena sebelumnya sudah dibawa ke dinas sosial dan Pol PP. Tapi tak ada respon, sehinggga mungkin anak dan familinya juga panik, dan sehingga membiarkan bapak tua itu terbaring terlantar di kawasan GOR Haji Agussalim.

Dari fakta yang ada, siapa pun anak manusia yang punya perasaan, pasti tak akan tega membiarkan orangtuannya terbaring lemas dan tega membiarkannya tidur lemas di sekitar depan Kolam Renang Kawasan GOR Haji Agussalim.

Sebagai seorang wartawan, saya pun tentu hanya bisa menulis kondisi bapak tua dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini. Harapan saya tentu tulisan ini dibaca penguasa dan pengusaha, sehinggga bapak tua ini bisa dikasihi dan disantuni. 

Bagaimanapun jua, kondisi orang tua yang terlantar ini, selain patut disantuni, juga sudah barang tentu perlu pertolongan. Pada tulisan ini, saya bermohon dan berharap PJ Walikota atau Gubernur Sumbar melalui dinas sosialnya  bersikap dan memberikan perhatian kepada bapak tua ini. 

Bila kondisi dibiarkan berlarut-larut, sudah jelas fakta ini akan membuat penguasa dan penguasa di Ranah Minang ini, akan menerima malu, karena rendahnya rasa kepedulian dan rasa kemanusian. Semoga. (penulis wartawan tabloidbijak dan padangpos.com)

Post a Comment