Ads (728x90)

ISTILAH Kuciang Garong begitu populer, karena lagu tersebut dilantunkan Dede S dan bahkan lagu ini sudah menjadi buah bibir bagi masyarakat. Kenapa? Karena istilah ini ditujukan kepada lelaki yang berperilaku tak baik, atau main sosoh sae. Halal haram, daram sae, yang penting dapek dan kanyang.

Kemudian istilah Kucing Garong, bisa juga dikatakan sosok manusia yang  suka berbohong dan sengaja mempergunakan kebohongan tersebut untuk tujuan kesenangan pribadinya. Baginya, kepuasan dan kesenangan. 

Yang jelas, si Kucing Garong akan mencari mangsa demi kepuasan dan kesenangan pribadi, tanpa memikirkan orang lain. Baginya, hanya kesenangan dan kepuasan dalam hidup ini dengan anak jo bini eee.  

Di kancah politik, si Kuciang Garong pun ikut bermain dengan berbagai manuver dan gaya agar para kandidat percaya  dengan bujuk rayu bahasanya yang aduhai. Gaya dan penampilannya bak politisi beken dan melebihi lagak seorang politisi sejati.

Anak nagari yang berprilaku Kucing Garong, berpenampilan sok hebat dan katanya banyak masa pendukung. Padahal, apa yang dikatakannya tentang dirinya, hanya bohong belaka dan bak mulut manis berbisa. Soalnya, dilihat dari rekam jejaknya, tak satu pun yang boneh dan hanya kalau masuk di sturktur pengurus hanya sebatas ondong aia ondong dadak. 

Dari status sosial masih berstatus pengangguran dan caro mancari kepeng jual kecap dan gosip sana gosip sini. Tapi gayanya, co lah inyo yang punyo nagari ko. Padahal, kegigihannya mendukung calon yang bukan sama-sama anak nagari dengan dirinya, lebih untuk kepentingan dapur dan balanju anak jo bini eeee. Soalnya, tak ada yang tahu, apa sebenarnya pekerjaan anak nagari yang dijuluki Kucing Garong ini.

Kemudian logat bahasanya kental medognya, bak bahasa anak nagari saisuk. Gaya dan lagaknya, co inyo sae yang punyo nagari ko. Antah lai pandai basilek,  tapi kecek eeee lah co pandeka gadang dan punya tapian.

Sebagai anak nagari, si Kucing Garong inilah menggadaikan nagarinya. Baginya sosok pemimpin tak harus anak nagari dan biarlah ninik mamak jadi ninik ngangak. Yang penting baginya dapur masih tetap berasap. Bahkan, tapian diasak urang lalu, dibiarkannya saja. Baginya yang pentng pulus, pulus dan pulus. (penulis wartawan tabloidbijak dan padangpos.com)

Post a Comment