Ads (728x90)

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan, Refa Mansarin

PADANG POS (PAINAN)-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantu penutasan persoalan daftar pemilih sementara (DPS) yang belum memiliki KTP- el.

Kepala Dinas Dukcapil, Refa Mansarin menyampaikan, seharusnya KPU juga memberikan data yang jelas terkait nama dan alamat pemilih yang belum memiliki KTP-el pasa masing-masing nagari.

"KPU kan punya petugas pendaftaran pemilih. Jadi, mereka yang lebih tau," ujarnya pada Padangpos.com di Painan, Rabu (27/6).

Pernyataan itu sejalan dengan temuan KPUD Pesisir Selatan yang menetapkan adanya sejumlah pemilih yang belum memiliki KTP-el dalam daftar pemilih sementara.

Seperti diberitakan Padangpos.com sebelumnya, KPUD Pesisir Selatan menetapkan 17 ribu pemilih yang belum memiliki KTP-el atau 4,5 persen dari 382.607 ribu total jumlah pemilih.

Sementara, sesuai Peraturan (P-KPU) nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang mengatur soal hak pemilih

Pada pasal 4 ayat 2 huruf D P-KPU tersebut disampaikan, pemilih harus berdomisili di wilayah administratifnya yang dibuktikan dengan KTP-el. 

Ia melanjutkan, pihaknya kini telah melakukan inventarisir terkait data yang disampaikan penyelenggaran Pemilu itu. Semua data yang masuk sedang dilakukan pemilahan.

Salah satu tujuan pemilahan adalah menyesuaikan dengan pencacahan Dukcapil terkait adanya warga yang telah meninggal atau pindah, namun masuk dalam coklit KPU.

Kemudian, memilah mana yang sudah rekam, tapi belum memiliki identitas tunggal dan mana dari data KPU itu yang sama sekali belum melakukan perekaman KTP-el.

"Jadi, banyak faktor yang memengaruhi. Dari hasil penyisiran kami, banyak yang telah meninggal atau sudah pindah,"jelasnya.

Kendati demikian, ia mengaku optimis menjelang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), semua pemilih telah memiliki KTP-el.

Sebab, saat ini telah memiliki berbagai layanan prima. Selain menggunakan mobil keliling, juga langsung datang ke rumah-rumah penduduk.

Layanan hingga ke pintu rumah itu didukung dengan adanya Unit Pelayanan Teknis (UPT) di 15 kecamatan. 

"Kami satu-satunya di Indonesia. Kalau soal capaian, masyarakat Pessel sudah 97 persen yang memiliki KTP-el," tutupnya. (teddy setiawan)

Post a Comment