Ads (728x90)

PADANG POS (PAINAN)-Menghadapi lebaran Idul Fitri 1439 H/2018, Bank Nagari Cabang Painan telah menyiapkan uang hingga Rp120 miliar.

Pimpinan Cabang, Hardi Putera, mengungkapkan, persediaan uang itu mengingat tingginya akan kebutuhan uang tunai pada saat musim libur lebaran.

"Pastinya banyak pemudik. Makanya kita harus siap. Ini sekaligus untuk penukaran uang baru," ungkapnya di Painan, Selasa (5/6).

Kebutuhan uang tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi, masa libur lebarab lebih lama, mencapai 13 hari.

Penyiapan dana itu, lanjutnya, juga berbarengan dengan penyediaan pelayanan terbaik. Selama musim libur, pelayanan didukung 10 kantor.

Kesepuluh kantor unit itu tersebar mulai dari Kecamatan Koto IX Tarusan, hingga Air Haji, Linggo Sari Baganti. Tak hanya itu, Bank Nagari juga telah menyediakan 10 titik ATM.

"Kami juga bakal buka Kantor Kas Sutera, lengkap dengan layanan ATM. Dari Kecamatan Air Pura hingga Silaut, nantinya Cabang Tapan," tuturnya.

Selain dari sarana dan prasarana, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan itu pun siap dengan pengamanan dari pihak Kepolisian.

Penyiapan pengawalan itu nantinya guna mencegah terjadinya perampokkan terhadap nasabah atau bahkan Bank Nagari sendiri. 

Sebab, belajar dari trend sebelumnya, jelang lebaran intensitas kejahatan terhadap nasabah bank cenderung meningkat.

"Oh, kalau soal itu kita sangat taat SOP. Dalam aturannya, pengawalan itu selain dari internal juga harus ada dari pihak Kepolisian yang dipersenjatai," jelas Mantan Pimpinan Cabang Lubuk Sikaping itu.

Seperti diketahui pada 4 Juni 2018, telah terjadi perampkkan terhadap salah satu bank di Bukittinggi. Akibat kejadian itu, pihak bank memperkirakan kerugian hingga Rp3,5 miliar.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, kinerja Bank Nagari Cabang Painan terus menunjukkan trend membaik

Untuk tahun ini, misalnya, ulas dia, kinerja kredit pada posisi Mei sudah mencapai Rp836 miliar. 

Angka itu nyaris menyamai target yang ditetapkan di tahun ini, Rp909 miliar atau naik dari Rp97 miliar dari periode 2017.

Capaian itu tak lepas dari kerja keras semua lini yang ada. Kemudian diperkuat dengan produk-produk yang mumpuni.

Apalagi, mulai 16 Mei 2018, Bank Nagari kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Ya, ini animonya sangat tinggi. Bunganya sama, 6 persen per tahun," jelasnya.

Tak hanya kinerja pembiayaan, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit macet juga sangat menggembirakan.  

Tahun ini, target DPK Rp361 miliar, lebih tinggi 12 persen dari periode  2017. Untuk sementara, pada posisi Mei, besaran itu target telah mencapai Rp417 miliar.

"Sedangkan untuk kredit macet hanya 2,03 persen. Bahkan, untuk setoran bagi hasil untuk daerah juga lebih tinggi, menjadi Rp5,6 miliar, dari Rp5,4 miliar di 2017," tutup dia. (teddy setiawan)

Post a Comment