Ads (728x90)

Teks foto : Kasat Narkoba Polres Pessel, AKP. Indra Sonedi

PADANG POS (PAINAN)-Hingga Juni 2018, Kepolisian Resor Pesisir Selatan (Pessel) berhasil mengungkap 25 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wayah hukumnya.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, AKP. Indra Sonedi, menyampaikan, dari 25 kasus tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan sebanyak 29 tersangka dari berbagai lokasi.

"Kalau sepanjang tahun ini, kami menargetkan sebanyak 50 kasus," ungkapnya di Painan, Selasa (26/6).

Target tersebut, lanjut Kasat tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang hanya 34 kasus. 

Hal itu, juga sejalan dengan komitmen negara yang telah menyatakan perang terhadap narkoba. Sebab, narkoba dinilai dapat merusak generasi muda bangsa.

Bahkan, guna memberangus peredaran narkotika di negeri berjuluk 'sejuta pesona' itu, pihaknya kini terus mengembangkan strategi baru.

Sebab, menurutnya, saat ini para di berbagai pengedar juga semakin piawai. Tidak hanya melalui jalur darat, tapi juga melalui alternatif lain seperti jalur laut.

"Karena Pessel memiliki garis pantai yamg cukup panjang, lebih kurang 450 Kilometer dari Utara hingga Selatan," sebutnya.

Selain upaya represif (penindakan), pihaknya juga melakukan tindakan preventif (pencegahan). Upaya ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi.

Saat ini, ulas Kasat, sosialisasi dilakukan di sejumlah sekolah, nagari dan berbagai kelompok-kelompok kepemudaan.

Dalam kegiatan sosialisasi, Kepolisian bekerjasama dengan Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

"Kami telah lakukan pada 15 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama. Sampaj akhir tahun, rencana akan ditambah 15 sekolah lagi," tuturnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta pada masyarakat untuk tidak usah takut jika dimintai menjadi saksi terkait kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dengan adanya partisipasi dan peran aktif warga, penanganan tindak pidana peredaran dan peredaran narkotika di daerah ini bisa lebih cepat.

"Sebab, dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ada perlindungan saksi. Jadi, nggak usah takut," ujarnya.

Ia juga berharap, pendirian Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) bisa menjadi angin segar bagi pemberantasan tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Pessel. (teddy setiawan)

Post a Comment