Ads (728x90)

PADANG POS (PAINAN)-Menjelang lebaran 1439 H/2018 ini belum terlihat adanya kenaikkan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Inpres Painan. 

Kepala Bidang Perdagangan, Abdul Hanif, mengungkapkan sejak dua pekan terakhir, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar Inpres Painan masih cenderung stabil.

"Bahkan, untuk cabe merah keriting justeru mengalami punurunan dari Rp30 ribu per Kilogram, menjadi Rp25 ribu per Kilogram," ungkap.

Berdasarkan hasil survei Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pessel per 31 Mei 2018, mengungkapkan, untuk beras Cap Arai Pinang masih Rp12 ribu per Kilogram.

Beras Cap Cisokan Solok Rp15 ribu per Kilogram. Minyak goreng kemasan, Rp15 ribu per Kilogram. Daging sapi Rp130 ribu per Kilogram.

Demikian juga dengan daging ayam broiler yang masih bertengger di angka Rp44 ribu per Kilogram dan telur ayam negeri pada harga Rp24 ribu per Kilogram.

Untuk ayam kampung utuh Rp55 ribu per ekorSementara yang mengalami kenaikkan, lanjut Hanif, baru gula pasir kristal. 

"Minggu lalu itu masih Rp12 ribu per Kilogram dan sekarang sudah Rp13 ribu. Ini biasa, karena banyak yang bikin kue lebaran," tutur dia.

Ia memprediksi, kenaikkan harga bakal terjadi pada 10 hari mejelang lebaran. Sebab kebutuhan akan bahan pokok untuk persiapan lebaran sedikit lebih tinggi

Apalagi, hal itu beriringan dengan telah dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI dan Polri, sehingga daya beli lebih tinggi. "Ini semacam stimulan, tentunya," sebut dia.

Kendati demikian, ia memprediksi lonjakkan harga untuk sejumlah kebutuhan pokok strategis di Pessel tidak akan terlalu tinggi.

Sebab, dari pantauan pemerintah daerah, hingga kini ketersediaan bahan pokok daerah masih stabil. Bahkan, cukup hingga lebaran.

Selain itu, pola distribusi masih terpantau lancar. "Kita juga berharap cuaca tetap baik, sehingga tidak ada masalah dari sisi pasokan," imbuhnya.

Sementara, pedagang Pasar Inpres Painan mengeluhkan lemahnya daya beli masyarakat sejak satu pekan terakhir.

Syafrial (56), salah seorang pedagang P&D mengungkapkan, sejak memasuki bulan Ramadhan tahun ini, belum ada peningkatan penjualan. 

Kondisi tersebut jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. "Kalau tahun lalu, daya beli cukup kuat. Itu sangat terasa sekali," tutup dia. (teddy setiawan)

Post a Comment